jump to navigation

Aliran sesat dan atau aliran salah Nopember 26, 2007

Posted by prabu in Sosial.
Tags:
add a comment

Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dan sudah sepatutnya ada dalam setiap pembahasan suatu masalah. Perbedaan pendapat dilatarbelakangi dengan beragamnya pola pikir, kedalaman dan kejernihan ilmu serta status sosial kemasyarakatan. Asal jangan ditunggangi dengan kepentingan pribadi atau kelompok, maka perbedaan pandangan adalah suatu rahmat.

Perbedaan pandangan tidak harus selalu dicari titik temunya karena bisa saja memang tidak akan bertemu, lantaran jalannya berbeda atau berseberangan. Namun sikap menerima atas perbedaan dan tidak memaksakan kehendak adalah suatu sikap yang terpuji.

Hanya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang awam menyikapi perbedaan itu. Begitu membanjirnya informasi dari berbagai sumber dan begitu banyak silang sengketa pendapat mewarnai media, awam terkadang menuai kebingungan. Kebingungan publik.

Hanya dengan makna perbedaan kata-katapun kadang malah semakin membingungkan, contohnya antara aliran sesat dan aliran salah.

Umat adalah pengikut. Pengikut hanya mengikuti. Mengikuti siapa?

MUI Anggap Wacana, Gus Dur Cuek

Hariyanto Kurniawan – Okezone

JAKARTA – Bukan Gus Dur kalau tidak nyeleneh. Dianggap Majelis Ulama Indonesia (MUI) cuma wacana saat bicara Al Qiyadah, Gus Dur malah tambah cuek.

“Biarian ajalah kalau dianggap wacana, tidak apa-apa. Sebentar lagi, orang-orang MUI juga perlu diganti lah wong sudah tidak bener, tidak karu-karuan,” jawab Gus Dur santai, usai acara Talkshow Radio 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2007).

Dalam kesempatan itu Gus Dur juga mengatakan perlunya pengkaderan Kyai untuk mengantisipasi masyarakat dari pengaruh sesat.

“Pendidikan kader Kyai memang perlu tapi bukan oleh MUI, tapi oleh masyarakat umum. Jadi lebih baik biarkan saja pada masyarakat. Kalau saya ini, tidak merasa terwakili oleh MUI. Kalau Cuma ngomong doang tidak ada artinya,” pungkasnya.

MUI Juga Bisa Dinilai Sesat oleh Aliran Lain

Jakarta, gusdur.net

(more…)

Adanya ”Al Qiyadah Al Islamiyah” adalah kesalahan kita ? Nopember 13, 2007

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , ,
2 comments

Lho kok ?

Sebentar, jangan langsung di-counter dulu. Mari sedikit kita bahas statemen di atas.

Banyaknya bermunculan aliran sesat seperti halnya Al Qiyadah Al Islamiyah, merupakan salah satu akibat dari ”lemahnya” kita umat Islam. Benar kita adalah umat mayoritas di Indonesia saat ini. Sekitar delapan puluh persen lebih dari penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta lebih, mempunyai KTP Islam alias mengaku beragama Islam. Namun coba tengok, bagaimana nasib hidup mereka. Yang hidupnya masih dibawah garis kemiskinan masih buanyaak, yang berpendidikan rendah masih berserak, karena secara keseluruhan memang Indonesia masih merupakan negara yang ”berkembang”.

Dasar pemahaman Islam yang lemah sejak kecil

Namun yang lebih menyedihkan adalah yang berkaitan dengan ”kualitas” dari muslim di Indonesia. Banyak diantara mereka meskipun sudah menjadi muslim sejak lahir, karena orang tua mereka adalah muslim, namun dasar pendidikan agama untuk memahami Islam secara benar dan lengkap sangatlah kurang. Saya ingat bahwa sejak SD kita telah dibekali dengan pelajaran agama. Tiap minggu ada beberapa jam yang dipergunakan untuk belajar agama. Namun yang dipelajari itu-itu saja, cuma kulitnya sehingga pemahaman Islam sebagai agama yang sempurna sangatlah kurang.

Sayapun dapat membaca huruf Arab baru setelah saya belajar sendiri di rumah saat saya sudah SMP. Sekali lagi, atas usaha sendiri, tidak ”dipaksa” untuk bisa di sekolah. Sehingga tidak heran ketika saya memasuki masa SMA di sekolah agama, SMA Muhammadiyah, pun masih banyak teman-teman yang belum bisa nulis dan baca huruf Arab. Bahkan sampai lulus sekolah, ada diantara mereka yang sangat susah untuk nulis dan baca Arab.

(more…)

Al Qiyadah dan Kita Nopember 7, 2007

Posted by prabu in Lincak Mas Prabu.
Tags: ,
add a comment

”Mas, kenapa ya orang-orang tuh selalu mencari hal-hal baru. Padahal yang baru itu belum tentu bagus dan belum tentu juga bener. Contohnya, istri baru padahal istri yang lama belum habis dan nggak akan habis-habis. Cari mobil baru, padahal yang lama lebih pas sesuai dengan kepentingan dan ekonomis lagi. Lha sekarang ini, orang pada cari keyakinan baru, entah agama entah kepercayaan. Padahal agama yang keyakinan yang lama mungkin dia hanya mengenal kulitnya saja. Belum mendalami secara sungguh-sungguh sehingga timbul keyakinan. Dan akhirnya cari yang lagi baru. Ada-ada saja ya Mas ya.” Begitu celoteh Mbak Tika saat lagi menikmati suasana malam di samping kolam ikan belakang rumah dengan Mas Pras.

“Ikan Koi ini baru dibeli ya Dik ya. Kemarin kan belum ada, tadi sudah dikasih makan belum ?” tanya Mas Pras tanpa menimpali paparan istrinya.

”Mas ini gima sih, nggak ngasih komen malah nanya masalah ikan. Takut ya komen mengenai istri baru tadi. Takut tersinggung ya. Atau takut ketahuan ya. Kan sudah ada itu Mas lagunya siapa itu yang membahas selingkuh ketahuan. Oh ya … lagunya begini …. Oo Oo kamu ketuaan .. Pacaran lagi .. dengan dirinya … teman baikku. Begitu ya Mas ya. Apa benar Mas” sergah Mbak Tika sambil tersenyum nakal.

“Oalah dik … dik, apa-apa kok dihubungkan dengan masalah yang itu. Masalah yang begitu tuh kan sangat sensitip tip tip ….. Kalau salah itu namanya fitnah, jadi kan dosa kamu telah menuduh orang yang tidak berbuat. Lha kalau benar …

“Kalau benar apa Mas !. Jadi benar ya Mas telah selingkuh lagi. Dengan sapa Mas ? Orang mana Mas ? Cantik nggak Mas ? Masih muda ya Mas ? Kok mas nggak pernah cerita ? Buruan dong mas ngakunya !” laksana senapan mesin Mbak Tika memberondong pertanyaan kepada Mas Pras seraya mata melotot dan wajah ditarik kenceng.

“He he he … gimana mau berfikir jernih kalau mudah terprovokasi. Segala sesuatu tuh harus disikapi dengan pikiran yang jernih sehingga langkah yang diambilpun jadi terstruktur dan logis. Jadinya solusipun mudah didapat begitu. Segala pertanyaan yang barusan tidak perlu dijawab karena tidak ada jawabannya alias NA, Not Available. Sekarang kita ngobrol saja masalah yang pertama tadi, soal yang baru-baru.”

“Mas menghindar ya …

(more…)

Al Qiyadah al Islamiyah Nopember 2, 2007

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: ,
11 comments

Manusia dikaruniai potensi untuk menjadi khalifah di muka bumi oleh Allah. Potensi itu adalah Fisik yang sempurna dan qalbu yang didalamnya ada akal untuk berfikir dan memahami ayat-ayat Allah. Potensi tersebut harus terus dipelihara dan dikembangkan sehingga manusia dapat menjadi “manusia” sebagai makhluk ciptaan Allah yang sebenar-benarnya. Dalam artian, menjadi manusia sesuai dengan kehendak dari Allah, yang menguasai alam dan selalu beribadah hanya kepada Allah.

Aqidah

Hati adalah komponen utama yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Dengan hati manusia mampu untuk mempercayai dan meyakini keberadaan Sang Khaliq. Karena pada kenyataannya ketika ruh manusia diciptakan, maka telah “dibekali” dengan ruh keimanan kepada Allah. Semua ruh sama, sebelum bersemayam dalam jasad dan terlahir di muka bumi, ruh dalam keadaan tauhid beriman kepada Allah.

Oleh karenanya dasar-dasar keimanan atau aqidah merupakan bekal yang telah dibawa sejak lahirnya manusia.

Ilmu yang mempelajari masalah ini biasanya disebut sebagai ilmu Tauhid atau Aqidah. Keterbatasan manusialah yang membuat manusia “hanya” mampu untuk mempercayai akan ketauhidan Allah. Apa yang kita dengar, itulah yang kita percayai. Sekali lagi, itu karena keterbatasan kita selaku manusia yang tidak akan mungkin mampu melakukan fikir dan faham akan penciptaan alam dan kekuasaan Allah secara menyeluruh. Tidak mungkin makhluk mampu menyamai kemampuan khaliq.

(more…)

Aliran Sesat Nopember 1, 2007

Posted by prabu in Sosial.
Tags: ,
2 comments

Aliran air, aliran listrik, aliran dana pasti bermanfaat bagi kehidupan kita. Tapi aliran sesat ? Namanya juga sesat, harusnya menyesatkan bagi yang memandangnya sesat.

Kalau di dunia persilatannya Kho Ping Hoo atau SH Mintardja, aliran sesat adalah golongan atau kelompok orang yang jahat, lawannya para pendekar tokoh cerita. Bila dipertegas maka para pendekar dan pejuang kebenaran adalah aliran putih dan sebaliknya para penjahat adalah aliran hitam. Hitam dan Putih. Terang dan Gelap. Baik dan Buruk. Dan ending atau akhir dari cerita adalah biasanya kemenangan bagi golangan putih.

Fenomena aliran sesat di alam reformasi

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang dihebohkan oleh begitu maraknya bermunculan sejumlah aliran sesat menyangkut keyakinan beragama. Ada Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Qur’an Suci atau sebelumnya pengikut Lia Eden. Keyakinan mereka beragam. Ada pemimpinnya yang mengaku sebagai nabi setelah memperoleh mimpi beberapa kali, ada yang merasa dan meyakini bahwa dirinya adalah malaikat Jibril setelah mengalami berbagai keajaiban. Dan ada pula yang merombak tatanan ketauhidan serta tata cara ibadah sebuah agama yang sudah mapan. Dan mungkin ada berpuluh, beratus atau mungkin berribu individu maupun kelompok yang dapat dianggap sebagai aliran sesat tetapi masih belum ter-publish.

(more…)