jump to navigation

Artis Tempo Doeloe Mei 30, 2008

Posted by prabu in Album, PerempuanKU.
Tags: , , , , , , ,
6 comments

Saat bongkar-bongkar lemari rumah di Klaten, saya menemukan koleksi foto-foto lama. Salah satunya adalah foto-foto artis tempo doeloe, koleksi dari Mbak-Mbak saya dulu. Ternyata gaul juga mbak-mbak saya saat itu.

Mungkin sekarang mereka sudah jadi oma-oma kali ya ? Mau lihat “pose syuur” dari para artis tempo doeloe ?

Andriani

Anita Touresia

Anna Mathovani

Fenty Effendy

(more…)

Nenek Solo Januari 30, 2008

Posted by prabu in Jadul (Jawa Dulu), PerempuanKU.
Tags: , , , , ,
3 comments

 

Bukan ndalem Kalitan lho ?

Rumah nenek di Solo dulu, kuno dan cukup besar. Dengan regol (pintu gerbang) di depan rumah dan halaman cukup luas, terasa sejuk dan adem. Bangunan rumah berupa model khas rumah Jawa, joglo, dengan membagi ruangan menjadi pendopo (ruangan depan), ruangan tengah dan wingking (ruang belakang). Namun sayang, waktu saya masih kecil dulu (sekitar tahun 70-an) meskipun masih terawat dengan baik bangunannya sebagian sudah rapuh dimakan usia.

Kehadirannya terasa mencolok karena tanah kanan dan kirinya sudah berdiri rumah modern berdinding tembok. Hanya beberapa bangunan kuno tersisa di wilayah sekitar situ. Dan rumah nenek pada waktu itu adalah yang terbesar dengan ciri khas regol di depan rumah layaknya rumah “pejabat” jaman dulu.

Berdasarkan cerita dari Ene (ibu saya), memang nenek masih mempunyai keturunan (trah) kraton alias berdarah biru. Makanya dipintu regol tertulis nama R. Ng …. (Raden Ngabei). Nenek waktu itu tinggal sendiri di rumah itu karena anak-anaknya (ene yang tertua) masing-masing sudah berkeluarga dan hidup diluar Solo. Segala kebutuhannya dicukupinya sendiri dengan dibantu oleh mantan abdi dalemnya yang tinggal di belakang rumah. Kalau saya bandingkan, rumah dibelakang ternyata lebih bagus dari pada rumah nenek. Bagus disini dalam arti meskipun lebih kecil tapi sudah merupakan rumah tembok permanen. Sedangkan rumah nenek sendiri masih dipertahankan keasliannya sehingga terkesan gelap dan kusam.

Tapi waktu saya kecil dahulu, setiap berkunjung ke rumah nenek di Solo sungguh merupakan hal yang menarik. Menarik karena faktor nenek, jambu air dan mangga.

(more…)

Ojo Lamis, Sus Januari 14, 2008

Posted by prabu in PerempuanKU.
Tags: , , ,
add a comment

”Pran, mau nggak kukenalkan dengan temanku di kampus. Orangnya cantik lho, baik dan pake jilbab lagi. Di kampus juga lumayan ngetop karena cukup aktif di kegiatan mahasiswa. Namanya Hesti. Lengkapnya Hesti Wulandari.” tiba-tiba Susi ngomong soal temannya cewek saat kami lagi asyik ngobrol tentang kejadian-kejadian konyol pada saat di SMA dulu.

”Sebentar Sus, aku belum selesai dengan ceritaku tadi. Kadang aku jadi tertawa sendiri kalau mengingat kelakuanku dulu. Bayangkan Sus, waktu itu mau praktikum Fisika di lab lantai atas siang hari sehabis pelajaran usai. Berhubung waktu masih agak lama, maka aku memutuskan untuk pulang dulu ke rumah sekalian makan siang. Nggak tahu pikiran apa yang merasukiku pada saat itu, aku kemudian ke sekolah lagi dengan mengenakan sepatu lars model tentara-nya Bapak yang kebetulan sudah nggak dipakai lagi. Tas sekolah kuganti dengan tas model kantoran yang nggak ada cangklongannya sehingga harus dibawa dengan satu tangan disisi. Dan edannya lagi aku naik sepeda ke sekolah. Bayanganku sih orang melihat pasti akan ”terpesona” melihat penampilanku. Naik sepeda lanang dengan sepatu tentara hanya dengan satu tangan memegang stang, dan tangan satunya memegang tas kantoran. Kalau sekarang aku berfikir, mungkin orang-orang yang melihat kelakuanku tadi akan bengong dan ngetawain sambil berucap ”Opo karepe bocah kae, kok aneh-aneh wae.” Dan sesampai di sekolah benar saja. Begitu melewati gerombolan kelas lain yang kebetulan sedang istirahat di depan kelasnya, sayup-sayup terdengar ketawa mereka melihat aku yang berjalan melintas. Dan anehnya, pada saat itu bukannya aku malu malah bangga. He he he ….”

”Lho saya kok nggak tahu kelakuanmu waktu itu.”

”Lha iya, lha wong aku lihat waktu itu kamu lagi asyik sama kelompoknya Rahmad kok.”

”Ada lagi nggak cerita kekonyolanmu dulu, Pran ?”

(more…)

Di Bandung kita merangkai cerita (2) Januari 2, 2008

Posted by prabu in PerempuanKU.
Tags: , ,
add a comment

Susi sejenak diam. Namun tidak begitu lama dengan tersenyum lucu dia menjawab diplomatis : ”Itu adalah rahasia hatiku. Rahasia hati seorang wanita. Sudahlah kita tak perlu membahas masa lalu kita yang sudah berlalu. Mau nggak kamu dengerin cerita selanjutnya dari saya ?

Dengan memendam kekecewaan sayapun menimpali : ”Lha itu kan yang tadi menjadi bahasan utama. Kamu sih suka membelokan arah pembicaraan jadi kemana-mana. Tapi bener Sus kamu nggak mau ngejawab pertanyaan terakhir saya tadi ?”

”Emangnya bagi kamu apa sih manfaatnya dengan saya menjawab ya atau tidak, atau misalnya saya suka kamu atau biasa saja atau bahkan saya benci kamu. Toh itu adalah perasaan seorang remaja yang sedang menginjak masa dewasanya. Coba apa manfaatnya Pran saya pengin tahu.” Susi-lah sekarang yang justru mengejar.

Dan sayapun mencoba menghindar : ”Enggak Sus, kelas kita tuh hebat. Bayangkan, yang saya tahu ada tiga guru muda yang terpesona pada penghuni kelas kita. Satu, Pak Satrio arjunamu itu, guru Kimia. Yang kedua Pak Budi guru Matematika yang mirip Gito Rolies dan seneng sama si Dewi. Dan yang ketiga adalah Pak Herman guru olah raga yang ganteng, ngebet sama si Yayuk. Opo ora hebat !”

”Terus apa hubungannya. Lha wong itu sudah menjadi rahasia umum kok. Setelah kita luluspun saya kemudian menyaksikan bagaimana Dewi dan Yayuk akhirnya memang pacaran dengan Pak Budi dan Pak Herman. Dan sayapun sudah dijodohkan sama Pak Satrio.”

”Hubungannya ya bahwa kelas kita tuh hebat karena dikaruniai penghuni yang hebat, cantik-cantik dan pintar kayak kamu.” jawabku mesem menghindari keterpojokanku.

”Huh … lagu lama pake muji segala. Kalau tahu begitu kenapa kamu nggak milih salah satu dari mereka untuk dijadikan pacarmu. Bagi kamu kan gampang tinggal tunjuk maka salah satu dari mereka pasti nurut.”

”Termasuk kamu ?”

”Lha iya …. eeh nggak minus aku karena sudah punya Mas Satrio. Dan Dewi sama Yayuk tentu saja.” merah wajah Susi.

(more…)

Cewek Manado (5) : Kisah kelam Youke Desember 27, 2007

Posted by prabu in PerempuanKU.
Tags: , ,
2 comments

Youke namanya, kadang dipanggil Yessica, kadang dipanggil dengan lebih singkat yaitu Esik. Banyak saya menemukan nama Youke di Manado. Disamping nama cewek, ada juga nama Youke dipakai oleh cowok. Semacam nama Budi, Endang atau Agus pada nama di Jawa.

Sungguh saya mengenal dia sebagai seorang cewek yang begitu baik. Lembut perasaannya, baik hatinya, suka menolong orang dan ramah sehingga mudah diterima di lingkungannya. Satu lagi sifat baiknya yaitu rajin dan pekerja keras.

Youke yang lengkap

Suatu saat saya melihat dia mengecat dinding rumahnya sendiri. Saat yang lain saya menemukannya sedang berada di taman membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar bunga-bunga kesayangannya. Dan kali lain saya mendengar dia memandori para tukang untuk membangun renovasi kamar rumahnya. Dia sibuk mencari material yang diperlukan dan memberi perintah kepada para tukang untuk kesempurnaan pekerjaannya.

Pekerjaan perempuanpun bukan hal yang aneh bagi dia. Menyapu halaman dan lantai rumah, menyulam kruistik, memasak, mencuci pakaian dan melicinkannya adalah bagian dari hari-harinya. Dia bilang semua itu adalah karena didikan omanya yang keras. Oma dan Opa yang masih memegang didikan disiplin cara feodal. Bangun harus pagi hari dan segera merapikan tempat tidur, harus tidur siang dan makan teratur dan kegiatan-kegiatan lain yang terjadwal.

Disamping itu, kalau saya perhatikan memang orangnya tidak bisa diam untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Orang bilang nyanda bole badiam diri.

Kalau mendengar ceritanya, sekolah dilaluinya dengan prestasi biasa-biasa saja namun banyak kegiatan ekskul yang dilakukan. Salah satu prestasi yang diraihnya adalah sempat menjadi model dan memperoleh kejuaraan Nona Manado. Saya tidak menanyakan tahun berapa, namun sebagai bukti dia perlihatkan album koleksinya berupa pose-pose dia sebagai model dan foto dirinya bersama seorang artis ibukota. Dia simpan rapi dalam satu album yang manis.

Karena pernah sebagai model maka tidak heran bila secara fisik tubuhnya mendukung. Wajahnya sedikit lonjong dengan rambut panjang melebihi bahu, sangat manis didukung dengan tubuh yang tinggi semampai. Kalau boleh disamakan, maka perawakan dan face-nya sangat mirip dengan Nia Ramdhani.

(more…)

Di Bandung kita merangkai cerita (lagi) Desember 18, 2007

Posted by prabu in PerempuanKU.
Tags: , ,
add a comment

“Yah beginilah aku sekarang Pran. Aku tinggal menyelesaikan kuliah disini. Kos-kosan disini, di kamar ini. Nggak nyangka ya kalau kita akan ketemu lagi disini. Setelah ujian SMA dulu tuh aku sudah nggak tahu lagi kabar dari teman-teman. Soalnya aku langsung ngurus PMDK-ku di Bandung sini begitu terima ijazah. Dan habis itu blank …. sudah.”

”Emangnya kamu nggak pernah ke Klaten lagi Sus setelah kamu kuliah di Bandung. Kan ada liburan semester. Lagian masak teman-teman nggak nyari kamu, kan dirimu selalu dicari-cari. Tahu sendiri kan banyak yang ngefan sama kamu. ceileeee …”

”He he he … ngomong-ngomong kamu ngefan sama aku ngak, Pran !”

”Sedikit sih.”

”Uih … sombongnya. Lha wong kalau lagi duduk didepan kadang-kadang aku nglirik kamu sedang memperhatikan aku kok. Apa itu bukan yang namanya cintrong.”

”Nah ketahuan kan … berarti kamu dong yang lirak-lirik saya. Ngapain duduk didepan tapi mata gentayangan kebelakang. Lha wong saya sedang memperhatikan Bu Endang yang seksi itu kok.”

”Ih … kok tambah centil sih sekarang kamu, pake bilang seksi segala kepada Bu Endang. Seksi mana aku dengan dia.”

”Lho kok malah mbahas ke situ. Seksi tuh relatif. Saya waktu itu hanya pengin membuktikan benar nggak omongannya si Wahyu bahwa Bu Endang akan tampak tambah manis bila tersenyum. Dan ternyata emang benar. Tahu nggak Sus apa yang menyebabkannya. Itu tuh tahi lalat kecil persis disebelah kiri bibirnya.”

”He … sampai sedetail itu kamu memperhatikan. Kamu tuh melihat orangnya atau memperhatikan pelajarannya. Dari pada Bu Endang kenapa nggak aku saja yang dianalisa.”

”Emangnya kamu rumus kimia apa, pakai dianalisa segala. Oh iya ya … kamu kan jurusan kimia ya. Ngomong-ngomong dimana tuh Sang Guru Kimia-mu yang gagah hitam manis itu.”

Mendengar pertanyaan saya itu Susi langsung diam. Saya yang segera sadar kemudian mengalihkan pembicaraan dengan mengajaknya untuk keluar cari makan saja.

– oo –

”Sebenarnya aku sudah nggak kuat lagi Pran menanggung beban ini. Mungkin orang-orang disekitarku dan teman-teman dikampus nggak tahu karena aku nggak pernah ceritakan semuanya. Hanya kepada kamu saja aku berani cerita. Minimal biar agak lapang sesak di dada ini.” isak Susi mengawali ceritanya.

Saya agak merenung. Saya membayangkan seorang Susi dulu semasih SMA. Susi adalah perlambang kegembiraan. Orangnya cerdas, lincah, energik, cenderung terbuka, suka ceplas-ceplos dan cantik manis. Sehingga tidak heran banyak yang suka kepadanya. Dimana ada Susi disitu akan timbul keceriaan. Tawa canda tidak akan pernah sepi. Tidak dapat saya gambarkan seorang Susi yang lagi sedih, karena saya tidak pernah menemukannya dalam kondisi itu. Tapi sekarang saya menemukannya. Seolah bukan Susi yang sekarang berada didepan saya. Dan karena kesedihannya, saya juga ikut merasa layu. Sedikit air matanya, menularkan haru dipelupuk mata.

(more…)

Cewek Manado (4) : Mona dan Tante Mona Desember 17, 2007

Posted by prabu in PerempuanKU.
Tags: ,
8 comments

Mona dan tante Mona adalah dua orang yang berbeda. Kebetulan nama panggilannya sama, tapi fam-nya berbeda.

Mona masih seorang cewek dan tante Mona sudah menjadi seorang janda. Mona masih berumur sekitar dua puluhan dan tante Mona dua kali lebih dari Mona, mendekati lima puluhan. Namun secara fisik keduanya berbeda jauh. Mona mempunyai bentuk badan yang kecil mungil dengan bentuk wajah yang imut. Sementara tante Mona berbadan tinggi besar dan sedikit gode (gemuk) dengan hidung mancung dan mata sedikit sayu.

Dan secara sifat ada sedikit persamaan diantara mereka. Keduanya sama-sama agak pendiam. Saya sebut agak karena perbandingannya adalah Ane dan Ine. Dibandingkan dengan mereka Mona dan Tante Mona lebih pendiam. Maksudnya tidak begitu mudah untuk membuat obrolan yang menarik dan rame dengan melibatkan Mona dan Tante Mona. Tidak seperti Ane dan Ine yang begitu diberi triger sedikit, akhirnya justru kemudian kita yang kewalahan menghadapi gempuran cerocosan kata-katanya. Namun Mona dan tante Mona tidak. Hanya pada waktu dan suasana yang tepat saja mereka dapat mengobrol dengan enak. Satu hal lagi, bila mereka menemukan teman atau habitatnya, baru mereka terlihat ramai.

Tondano Minahasa

Dan hal lain yang menyamakan Mona dan tante Mona adalah asal mereka yaitu Tondano, Kabupaten Minahasa. Saya nggak sampai mendesak lebih detail kampung mereka, apakah dari Kakas, Pineleng, Tompaso, Kawangkoan, Remboken, Langowan, Tombulu atau daerah lainnya. Tidak terlalu penting bagi orang luar seperti saya mengidentifikasi terlalu jauh asal seseorang. Memangnya apa manfaatnya ? Kalaupun ada, paling hanya untuk memahami sifat-sifat umum dari suatu daerah tertentu. Itupun biasanya hanya untuk lebih mencairkan obrolan saat bertemu dengan teman baru atau sarana baku sedu bagi obrolan antar teman. Sebab dari obrolan teman-teman, kita jadi tahu sifat orang Kakas umumnya yang katanya paling hobi makan banyak. Atau orang Remboken yang agak ”panas”, orang Tompaso yang masih lugu atau Airmadidi sebagai ”penghasil” para wulan nan jelita dan waraney nan gagah.

(more…)

Cewek Manado (3) Desember 7, 2007

Posted by prabu in PerempuanKU.
add a comment

Tante-tante di kantor

Setelah beralih ke bagian pelayanan di marketting maka sebagian besar dari rekan-rekan kerja adalah cewek dan tante-tante. Sebagian besar sih sudah menikah, makanya kita sebut saja sebagai tante. Dan hampir semua tante umurnya waktu itu diatas saya sehingga untuk kesopanan selalu memanggilnya Bu atau Tante. Dan sesekali adakalanya saya memanggilnya dengan sayang. Jangan salah, panggilan sayang kepada sesama teman di sana merupakan panggilan yang biasa, yang menyatakan kedekatan hubungan. Panggilan sayang tidak melulu diucapkan antar sepasang kekasih saja. Perbedaannya mungkin hanya dari intonasi dan rasa yang dikandungnya saja.

Pola hubungan kerja yang saya terapkan sederhana saja, yaitu transparan, kerjasama, saling berbagi dan kekeluargaan.

Transparan dan Kerja sama

”Maaf Pak, tadi saya melayani satu pelanggan cukup lama. Habis dianya ngajak ngobrol melulu dan sayanya nggak enak untuk mengakhiri pembicaraan. Kan bapak bilang untuk mengedepankan pelayanan dan jangan mengecewakan pelanggan.” ujar Linda sambil tersenyum disore itu. Linda adalah seorang karyawan outsourching di kantor. Wajahnya tipikal wajah Manado, manis dan putih orangnya serta ramah senyumnya yang dihiasi dengan dua lesung pipi. Karenanya dia bertugas sebagai petugas customer care yang menghadapi langsung pelanggan.

”Ya nggak papa no Lin. Tapi kayaknya cowok tadi naksir pa ngana kang. Kita perhatikan tadi tatap matanya ada sinar kekaguman melihat ngana pe bibir ketika bicara. Pasti besok dia kesini lagi Lin.” Kata saya sambil menggodanya.

”Ah Bapak bisa saja.” jawab Linda sambil tersipu

”Siapa namanya dia Lin ?”

(more…)

Cewek Manado (2) Desember 4, 2007

Posted by prabu in PerempuanKU.
6 comments

Ane dan Ine

Ane dan Ine adalah cewek Manado atau Minahasa asli. Mungkin banyak nama panggilan serupa di seantero Manado dan kalau pengin tahu persis siapa orangnya, harus tahu nama fam / marga-nya. Paat, Kalalo, Moningka, Mamahit, Pontoh, Rampengan dan lain-lain. Referensi mengenai fam atau marga dapat dilihat di id.wikipedia.org. Namun saya dengar dari beberapa orang, di Manado banyak masyarakat Cina keturunan, bisa menempatkan dibelakang namanya dengan fam minahasa. Secara fisik memang nggak terlalu banyak perbedaan antara orang cina keturunan dengan orang Manado. Apalagi disana telah banyak terjadi perkawinan campuran antar mereka. Kulit rata-rata sama putih, mata agak sipit, ditambah lagi untuk sebagian anak-anak mudanya rambut dibuat lurus dan dicat pirang. Nyaris susah membedakannya.

Soal nama, umumnyapun banyak digunakan nama-nama berbau “global” atau barat seperti Rekcy, Alex, Jacky, Joyce, Cintya, Imelda dll.

Ine, si menawan yang manja

Tidak terlalu banyak yang saya tahu tentang Ine. Sosoknya enak dipandang dan enak diajak ngomong. Semacam anak gaullah. Maklum dulu pernah ikut semacam miss-missan ala Manado dan ceritanya dapat juara. Nggak tahu juara yang keberapa.

Penampilan selalu oke. Dengan wajah yang cantik dan agak tinggi maka sebenarnya ia pantas untuk jadi model. Memang agak kurus sih tapi yang terkenal jadi model biasanya kan yang “TIKUS DARAT” alias Tinggi Kurus Dada Rata atau “KUTILANG” alias Kurus Tinggi Langsing he he he …

Tapi layaknya orang sana, Ine terkesan agak manja, bukan mandi jarang lho (karena saya lihat dianya paling rajin mandi walaupun sebelum mandi biasanya ”memproklamirkan” diri bahwa dia mau mandi dengan menyampirkan handuk dipundak dan berpakaian “siap mandi”). Manja disini artinya agak males kalau kemana-mana jalan kaki atau naik mikro (sebutan angkutan di Manado untuk sejenis carry dengan tempat duduk semua menghadap kemuka). Biasanya bila dia menginginkan pergi kesuatu tempat, tinggal call ke seseorang dan nggak lama kemudian muncul mobil pribadi temannya.

(more…)

Cewek Manado Nopember 30, 2007

Posted by prabu in PerempuanKU.
Tags: , , , ,
4 comments

“Hati-hati lho nanti di Manado. Banyak godaan !” Begitu nasehat teman-teman saat saya menerima SK untuk pindah kerja ke ibu kota Sulawesi Utara, Manado. Kenapa begitu ? Katanya disana perempuannya cantik-cantik, putih-putih dan berani-berani. Oh ya ?

Hingga pada bulan November tahun 1999 saat saya memasuki tangga pesawat dari Makassar menuju Manado, nasehat itu masih terngiang. Apa benar begitu, atau hanya sekedar dilebih-lebihkan. Mengingat kata orang, memang Manado banyak meng-ekspor cewek-ceweknya ke berbagai penjuru tanah air dan kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai penghibur dalam dunia malam. Uhhh bisa saja, tapi mungkin juga sih.

Berawal dengan keprihatinan

Begitu mendarat di bandara Sam Ratulangi dan kemudian mencari hotel tempat menginap sementara sebelum nantinya cari kos-kosan, saya disodori bukan masalah cewek Manado melainkan justru masalah pengungsi Ambon. Lho kok ? Pada saat itu memang lagi ramai-ramainya konflik di Ambon yang mengakibatkan sebagian masyarakatnya mengungsi ke daerah-daerah di luar konflik. Dan sebagian larinya ke Manado.

Malam pertama saat menginap di hotel, tengah malam dikejutkan oleh teriakan-teriakan dari orang-orang yang masuk untuk menginap di hotel. Mengganggu memang, tapi begitu saya keluar ingin melihat apa yang terjadi ternyata mereka adalah para pengungsi dari Ambon yang baru sampai dari pelabuhan Manado. Rombongan beberapa keluarga, wajah kusut dan capek disertai bawaan seadanya dengan jalan terseok seakan tiada gairah karena keterpaksaan. Katanya mereka mengungsi dengan meninggalkan seluruh harta bendanya di Ambon dan hanya membawa beberapa barang yang dapat diselamatkan. Anak menangis dan orang tua muram bahkan sebagian dari mereka ikut meneteskan airmata tanda berduka.

Kami bersimpati atas penderitaan mereka. Ahhh perang, dimana-mana rakyat yang nggak tahu apa-apa jadi korban.

(more…)