Stay Hungry. Stay Foolish. April 18, 2008
Posted by prabu in Motivasi.Tags: apple computer, google, pixar, stanford, steve jobs
2 comments
Berikut ada artikel menarik yang merupakan motivasi dari Steve Jobs, CEO Apple pada acara pelepasan mahasisfa Stanford tahun 2005. Banyak hal-hal yang bisa diteladani untuk memperoleh kesuksesan. (sumber milis AirPutih).
Flash videonya dapat dilihat disini
http://youtube.com/watch?v=JPL_NjBjUWE
Stay Hungry. Stay Foolish.
Nasehat Steve Jobs: “Kamu Harus Temukan Apa yang Kamu Sukai”
Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.
Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.
Cerita Pertama adalah mengenai rangkaian titik-titik.
Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Killer Statement Agustus 14, 2007
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi
1 comment so far
Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.
Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat sperusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement.
Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.
Have or Be Juli 25, 2007
Posted by prabu in Motivasi.add a comment
Dalam mencari ataupun meneladani motivasi yang akan dipergunakan dalam menjalani kehidupan ini, biasanya muara pertanyaan hanya pada dua hal yaitu :
- Apa yang dimaksudkan dengan kesuksesan, keberhasilan, prestasi itu ?
- Apa yang menjadi kunci kesuksesan tersebut ?
Ketika kita bercermin pada pengalaman hidup pribadi maupun jalan yang dilalui orang lain, tentu yang diharapkan adalah pelajaran untuk mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa dan kemudian memakainya sebagai pedoman dalam menjalani hidup dan kehidupan selanjutnya. Tentu saja kehidupan kita ke depan, yang pasti kita belum tahu apa yang akan terjadi, tidak selalu dapat dipedomani dengan pengetahuan kita saat ini. Bisa jadi akan ada hal-hal baru yang terjadi dan itupun akan menjadi dasar pijakan bagi kita selanjutnya. Demikian seterusnya sampai kita berhenti untuk hidup, alias meninggal dunia.
4 Dorongan Hidup Juli 24, 2007
Posted by prabu in Motivasi.add a comment
Sebenarnya apa sih yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu ? Pastinya sudah menjadi hukum alam yang telah disetting oleh Allah bahwa orang hidup pasti akan melakukan “aktivitas kehidupan”. Tinggal sekarang aktivitas kehidupan yang bagaimana yang dilakukan seseorang dalam keseharian, ketika memenuhi tuntutan perut yang minta segera diisi, saat tubuh membutuhkan pelindung, sewaktu menghadapi bahaya, sampai ketika syahwat serasa sudah menggunung ingin dimuntahkan.
Menurut Paul Lawrence & Nitin Nohria dalam bukunya “Driven: How human natur shapes our choices”, terdapat empat hal yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu yaitu :
- To acquire : dorongan untuk memperoleh sesuatu, berupa benda ataupun suatu pengalaman sehingga dapat memperbaiki status seseorang terhadap orang lain.
- To bond : dorongan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dan saling berkomitmen dan berlangsung dalam waktu yang lama
- To learn : dorongan untuk dapat memahami dan mempelajari dunia dan diri sendiri
- To defend : dorongan untuk mempertahankan segala hal yang dimilikinya dari kerusakan baik oleh alam maupun makhluk hidup lainnya, seperti cinta, benda-benda dan kepercayaan.
Words dan sword Juli 23, 2007
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi
add a comment
Words dan sword adalah dua kata dalam bahasa Inggris yang mempunyai huruf-huruf dan pengejaan hampir sama. Memang secara fisik, maknanya sangat jauh berbeda. Antara kata-kata dan pedang memang dua hal yang berbeda jauh. Pedang dapat dilihat melalui indra penglihatan kita dan dapat dirasakan ketajaman melalui indra rasa kita. Sedangkan kata-kata dapat dimengerti dan dinikmati melalui indra pendengaran kita.
Namun bila berhubungan dengan ”kesakitan” dan ”pembunuhan”, dua kata tersebut memiliki fungsi yang sama. Pedang melukai kulit seseorang manakala dipergunakan oleh orang untuk membacok ataupun berkelahi. Sakit dan berdarah-darah sampai mati adalah sebagian andil dari pedang. Pedang disini hanya sebuah benda mati yang diatur dan dikuasai oleh pemiliknya.
Memecahkan Rekor Juni 14, 2007
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi
add a comment
Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”
Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.
LOMPATAN SI BELALANG…..
Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi April 9, 2007
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi, Renungan
add a comment
Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar
dari idenya itu.
Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja? Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Kisah Sang Alkemi April 2, 2007
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi, Renungan
add a comment
Pernahkah anda mendengar istilah Alkemi? Alkemi dikenal sebagai sebuah
ilmu yang mampu mengubah besi menjadi emas. Dalam banyak kisah,
beberapa orang menganggapnya sebagai sebuah sihir belaka, tetapi yang
lain percaya bahwa ilmu itu benar-benar ada. Dan, siapa yang tak
tergiur untuk bisa menguasai ilmu alkemi? Hanya dengan kemampuan
alkemi, ia bisa mengubah besi menjadi emas dan tentu menjadi kaya-raya.
Alkisah, di sebuah negara di Timur ada seorang Raja yang hendak
mencari orang yang benar-benar mengerti tentang alkemi. Sudah banyak
orang datang pada Raja, tetapi ketika diuji, mereka ternyata tidak
mampu mengubah besi menjadi emas.
Suatu ketika seorang menteri berkata pada Raja bahwa di sebuah desa
terdapat seseorang yang hidup sederhana dan bersahaja. Orang-orang di
sana mengatakan bahwa ia menguasai ilmu alkemi. Segera saja Raja
mengirimkan utusan untuk memanggil orang itu. Sesampainya di istana,
Raja mengutarakan maksudnya ingin mempelajari ilmu alkemi. Raja akan
memberikan apa yang diminta oleh orang itu.
Tetapi apa jawab orang desa itu, “Tidak. Saya tidak mengetahui sedikit
pun ilmu yang Baginda maksudkan.”
Raja berkata, “Setiap orang memberitahu aku bahwa engkau mengetahui
ilmu itu.”
Kado Bagi Kehidupan Februari 26, 2007
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi, Renungan
add a comment
Kado Bagi Kehidupan
Oleh
Yon’s Revolta
Kepuasan terbesar dalam hidup adalah berhasil melakukan sesuatu yang orang lain
kira Anda tak mampu melakukannya
Walter Bagehot
Penulis, jurnalis Inggris
(1826-1877)
Usia kita di dunia ini tak panjang. Orang jaman sekarang, tak banyak yang bisa hidup sampai seratus tahun. Dari sedikit waktu itu, sejarah kehidupan kita di dunia terukir. Kelak, orang akan mengenangkan kita setelah mati dengan prestasi-prestasi yang pernah kita capai. Atau bisa pula banyak orang justru akan mengenang keburukan perilaku kita semasa hidup di dunia ini. Semua itu tergantung dari apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan.
Tujuan hidup memang bukan untuk dikenangkan, bukan pula untuk menjadi seorang pahlawan. Tetapi, ketika kita melakukan sesuatu, sekecil apapun untuk kebaikan dunia ini, kebaikan alam, kebaikan sesama manusia, disitulah sejarah kepahlawanan muncul dengan sendirinya. Orang akan mencatat dalam ingatan, bahkan dalam buku-buku yang nantinya menjadi pembelajaran anak-anak cucu kita di sekolah-sekolah. Kepahlawanan akan datang secara otomatis ketika orang berbuat kebaikan yang langka, ketika orang lain tak mampu dan tak mampu mengerjakannya.
Tempe Bacem Desember 1, 2006
Posted by prabu in Motivasi.Tags: hati, motivasi, Renungan
add a comment
Sejak naik gaji, Susi menikmati kenaikan gajinya dengan mengubah gaya hidupnya. Dulu, dia selalu membawa makanan dari rumahnya. Kadang-kadang nasi dengan telor dadar, atau nasi dengan sisa lauk kemarin yang sudah dihangatkan. Susi paling suka tempe bacem, yang warnanya sampai gelap dan rasanya semakin enak. Nasi dan tempe bacem memang makanan favoritnya.
Sudah dua bulan ini dia naik gaji karena jabatannya lebih tinggi. Tentu saja tugas dan tanggung jawabnya semakin tinggi. Sekarang dia merasa malu kalau membawa makanan dari rumah. Kini setiap siang dia makan di luar. Dulu, banyak teman yang sering titip uang supaya dibawakan tempe bacem kesukaannya yang ternyata disukai juga oleh
mereka. Sekarang mereka sering mengeluh karena Susi tidak mau lagi membawakan tempe bacem kesukaan mereka. “Ah, malas bawa makanan dari rumah lagi,” katanya setiap kali mereka menanyakan tempe bacemnya.
Susi menikmati gaya hidupnya yang berubah. Sekarang dia bisa makan ayam goreng keremes lengkap dengan es campur hampir tiap hari. Kadang-kadang nasi rames lengkap dengan sambal goreng ati, perkedel dan daging rendang serta telor dadar pedas serta jus buah. Enak juga sih. Rasanya mewah. Kini Susi tidak pernah lagi makan bersama teman-temanya di ruang makan. Dia selalu memilih makan siang di luar. Kalau sedang sangat sibuk, baru dia minta dibelikan makanan dan akan makan di ruangannya sendiri.


