jump to navigation

Film Fitna dan kristalisasi persatuan muslim April 3, 2008

Posted by prabu in Aqidah, Peristiwa.
Tags: , , , , , ,
3 comments

Ini dipandang dari sisi positifnya saja. Sebagai seorang muslim tentu saja kita sangat mengecam dengan keras berbagai pelecehan terhadap junjungannya, Nabi Muhammad. Betapa manusia yang begitu agung dilecehkan, siapa yang nggak marah. Kalau seorang muslim tidak bereaksi apa-apa terhadap penghinaan Nabi dan Kitab sucinya, maka patut dipertanyakan keyakinannya.

Semua sudah pada paham dengan berita yang beredar di berbagai media termasuk di internet akan betapa kejinya fitnah yang dilemparkan melalui film Fitna. Dan kita juga tahu beberapa waktu yang lalu timbul pelecehan serupa terhadap diri nabi dilakukan oleh media di negara-negara Eropa. Tapi justru momentum itulah yang akhirnya menjadi perekat akan kristalisasi persatuan umat Islam se dunia.

Melihat itu semua kita semakin sadar akan indahnya Islam. Mana pernah umat Islam yang taat menghina “Tuhan” agama lain, menghujat nabi agama lain. Bahkan Nabi Muhammad-pun dengan tegas mengatakan bahwa seorang muslim yang menjelekan, menghina orang tua orang lain adalah sama halnya dengan menghina orang tua sendiri.

Agama Islam adalah agama yang justru menegakan HAM. Dalam sejarah tidak pernah kita temui Nabi memerintahkan untuk melakukan terorisme, membunuh setiap orang yang berlainan faham. Bagaimana bisa memerintahkan itu, lha wong dalam berbagai peperangan yang Beliau jalani hanya orang-orang yang memeranginyalah yang diperangi. Anak-anak, wanita bahkan tumbuh-tumbuhanpun dilarang untuk diberangus.

Tercantum dalam sejarah bagaimana perlakuan seorang Muhammad yang dengan ikhlash memaafkan penduduk Mekah yang sekian lama telah menghina, menyakiti, menebar fitnah saat Mekah takluk di bawah bendera Islam.

Kita lihatpun teladan yang sama dilakukan oleh para Shahabat nabi. Saat Ali dikalahkan dalam pengadilan oleh seorang Yahudi sebab baju perang yang diambil orang Yahudi tersebut. Bagaimana kita menyaksikan Umar mengirim tulang dari tempat sampah yang telah digoresnya dengan pedang untuk dikirimkan guna memberi peringatan yang keras kepada Gubernur Mesir Amr bin Ash atas aduan seorang Yahudi miskin yang merasa dizalimi.

Banyak kisah dan sejarah telah membuktikan bahwa Islam adalah agama yang lurus dan indah. Dan sekarang dilecehkan ?

Kalau mau berkaca diri, memang kita sendirilah yang berpecah belah antar sesama. Tidak ada lagi kecintaan dan kebersamaan antar umat Islam. Dan Film Fitna harusnya dapat sebagai media untuk menyatukan kita. Kita tetap yakin akan kebenaran Qur’an dan kenabian Muhammad dan menjalankannya dengan istiqomah seraya menjalin persatuan yang indah dengan sesama.

http://eramuslim.com/berita/int/8402112328-ideolog-israel-film-fitna-justru-satukan-umat-islam.htm

Ideolog Israel: Film Fitna Justru Satukan Umat Islam

Rabu, 2 Apr 08 12:46 WIB

Seorang ideolog sekaligus kolumnis Zionis Israel terkenal, Ben Doroun, menganggap film “Fitna” yang dikeluarkan politisi Belanda Geert Wilders, sebagai film primordial dan menyesatkan. Lebih dari itu, ia menyatakan film itu justru telah menyatukan kaum Muslimin dan mendekatkan kelompok Muslim moderat dengan Muslim radikal.

(more…)

Mengenal diri Maret 31, 2008

Posted by prabu in Aqidah, mp3 islam.
Tags: , , , , , , ,
9 comments

Bagaimana mengenal diri dan menggapai Ilahi ?

Apa itu nafs, hawa, qolbu, jasad, basyar ?

Berikut disampaikan kajian dzikrullah oleh Ustadz Hafiudzin dalam dua pertemuan.

Hawa Nafs

Qolbu

(more…)

AAC vs AAS Maret 31, 2008

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , , , ,
add a comment

Sementara novel ayat-ayat cinta karangan Habiburrahman El Sherazy atau kang Abik menjadi fenomena dan film-nyapun sekarang masih diputar di bioskop kelas atas dan telah menciptakan fenomena yang luar biasa, maka ayat-ayat setan-pun sedang meniti harapan yang sama.

Tentu saja harapan yang berbeda bahkan bertentangan. AAC menampilkan indahnya Islam sementara AAS justru menghujatnya. AAC menawarkan kemashalatan, AAS menyajikan kemungkaran.

Kita tentu kenal Salman Rusdhi, pengarang dibalik AAS. Dan Anda tahu pasti bahwa alasan mereka orang-orang Barat itu adalah kebebasan mengeluarkan pendapat, berekspresi dan HAM. Dan telah terbukti sejak dulu bahwa alasan mereka hanyalah dicari-cari untuk secara sengaja menyerang Islam.

Ayat-Ayat Setan Salman Rushdi Dijadikan Drama di Jerman

Sabtu, 29 Mar 08 14:01 WIB

Masih ingat dengan buku Satanic Verses (ayat-ayat syetan) Salman Rushdie? Kolumnis Inggris asal India, yang pernah memicu kemarahan dunia Islam lewat buku yang menghina Islam itu kini mulai menjadi pembicaraan hangat lagi. Buku itu kini akan ditampilkan dalam bentuk drama di Jerman.

Organisasi Islam dan para tokoh Islam Jerman telah memberi masukan untuk membatalkan proses drama yang diambil dari buku ayat-ayat syetan itu. Ali Kizilkaya Jubir Dewan Kerjasama Islam yang merupakan organisasi Islam terbesar di Jerman menekankan agar pihak panitia Hans Otto Theatre di Potsdam Jerman membatalkan acara drama ayat-ayat syetan itu. Dalam keterangannya ia mengatakan, “Pentas drama itu akan menyakitkan perasaan umat Islam.” Ia menambahkan bahwa umat Islam tetap menghargai kreasi seni dan kebebasan, tapi ia meminta agar hal itu tetap berada dalam bingkai menghormati perasaan umat Islam dan tidak menyakiti sesuatu yang dihormati dalam Islam.

(more…)

Keseimbangan fisik, akal dan ruh Februari 12, 2008

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , , , , ,
add a comment

Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168] (QS Ar Ruum:30)

[1168] Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al An’aam : 32)

[468] Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. janganlah orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan urusan akhirat.

Sudah jelas bahwa Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berpandangan, berpola pikir, bertingkah laku dengan lurus berpedoman pada agama Allah. Sebab Islam adalah agama yang Hanif , dien yang lurus. Karena Islam adalah fitrah manusia, fitrah untuk selalu bertauhid kepada Allah. Bersembah sujud hanya kepada-Nya.

Tidakkah kita sadari semua bahwa hidup di dunia ini hanya sekejab ? Sebab dunia adalah batu loncatan menuju kampung akhirat yang kekal. Kata Qur’an, kesenangan-kesenangan dunia tiada lain hanyalah main-main atau ibarat senda gurau belaka.

Kesenangan-kesenangan dunia sering kali mengorbankan kehidupan dunia, merusak equilibrium. Keseimbangan ?

dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS Ar Rahman : 7-9)

Allah benar-benar Maha Besar. Segala yang diciptakannya senantiasa dalam keseimbangan. Oleh karenanya, Allah memerintahkan kepada makhluk-Nya agar bisa menikmati kehidupan yang nyaman dan nikmat dengan senantiasa menjaga keseimbangan. Bagaimana kita tidak takjub bila dari mikro sampai makro kosmos, semua bergerak dalam keseimbangan yang sangat presisi. Bila hilang equilibrium tadi, maka akan rusaklah alam ini.

Dengan bahasa yang indah, Allah meminta kepada kita untuk menjaga keseimbangan, meletakan mizan keadilan. Jangan sampai melampaui batas, hingga pada akhirnya justru akan merusakan diri kita sendiri.

Untuk itu, Jagalah keseimbangan !!!

yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS Al Mulk : 3)

Keseimbangan mikro kosmos pada fisik kita

(more…)

Mati,Masa Lalu, Hawa Nafsu, Amanah, Sholat Februari 1, 2008

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , , , ,
2 comments

Mati

Masa Lalu

Hawa Nafsu

Amanah

Sholat

tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran:185)

dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS Al A’raah:179)

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh (QS Al Ahzab:72)

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya Teka-Teki :

Imam Al-Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?”

Murid 1 : “Orang tua”

Murid 2 : “Guru”

Murid 3 : “Teman”

Murid 4 : “Kaum Kerabat”

Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran:185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini ?”

Murid 1 : “Negeri Cina”

Murid 2 : “Bulan”

Murid 3 : “Matahari”

Murid 4 : “Bintang-bintang”

Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari2 yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini ?”

(more…)

Ya Allah, Jadikanlah Aku Yang Sedikit Januari 8, 2008

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , , , ,
1 comment so far

dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS 7:179)

Rumus umum yang berlaku di kehidupan manusia di dunia adalah ”dari banyak selalu tinggal sedikit”. Dari banyak manusia yang hidup di muka bumi ini, hanya sedikit yang beriman kepada Allah. Dari yang mengaku beriman hanya sedikit yang benar-benar beriman. Artinya sungguh sedikit yang antara mulut dan hatinya selalu sesuai. Tidak banyak manusia yang mempunyai mulut, hati dan tindakan yang seirama. Sedangkan golongan yang banyak adalah golongan manusia yang mempunyai mulut, hati dan perbuatan yang tidak senada. Mulut berkata A untuk menjelaskan hati yang berfikir B dan dia melakukan perbuatan C.

Orang kafir jelas mengingkari Allah, dibandingkan dengan orang yang beriman ibarat warna sudah jelas bedanya antara hitam dan putih.Tapi orang munafik adalah abu-abu. Buram. Kadang terlihat putih dan sering kali menjadi hitam. Mulutnya mengaku beriman sementara hati dan perbuatannya berkata lain.

Dan yang abu-abu inilah yang bahkan lebih berbahaya. Tidak heran Allah menjelaskan sifat-sifat orang munafik lebih banyak dan detail daripada orang kafir.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

(more…)

Adanya ”Al Qiyadah Al Islamiyah” adalah kesalahan kita ? Nopember 13, 2007

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , ,
2 comments

Lho kok ?

Sebentar, jangan langsung di-counter dulu. Mari sedikit kita bahas statemen di atas.

Banyaknya bermunculan aliran sesat seperti halnya Al Qiyadah Al Islamiyah, merupakan salah satu akibat dari ”lemahnya” kita umat Islam. Benar kita adalah umat mayoritas di Indonesia saat ini. Sekitar delapan puluh persen lebih dari penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta lebih, mempunyai KTP Islam alias mengaku beragama Islam. Namun coba tengok, bagaimana nasib hidup mereka. Yang hidupnya masih dibawah garis kemiskinan masih buanyaak, yang berpendidikan rendah masih berserak, karena secara keseluruhan memang Indonesia masih merupakan negara yang ”berkembang”.

Dasar pemahaman Islam yang lemah sejak kecil

Namun yang lebih menyedihkan adalah yang berkaitan dengan ”kualitas” dari muslim di Indonesia. Banyak diantara mereka meskipun sudah menjadi muslim sejak lahir, karena orang tua mereka adalah muslim, namun dasar pendidikan agama untuk memahami Islam secara benar dan lengkap sangatlah kurang. Saya ingat bahwa sejak SD kita telah dibekali dengan pelajaran agama. Tiap minggu ada beberapa jam yang dipergunakan untuk belajar agama. Namun yang dipelajari itu-itu saja, cuma kulitnya sehingga pemahaman Islam sebagai agama yang sempurna sangatlah kurang.

Sayapun dapat membaca huruf Arab baru setelah saya belajar sendiri di rumah saat saya sudah SMP. Sekali lagi, atas usaha sendiri, tidak ”dipaksa” untuk bisa di sekolah. Sehingga tidak heran ketika saya memasuki masa SMA di sekolah agama, SMA Muhammadiyah, pun masih banyak teman-teman yang belum bisa nulis dan baca huruf Arab. Bahkan sampai lulus sekolah, ada diantara mereka yang sangat susah untuk nulis dan baca Arab.

(more…)

Iman laksana pohon Nopember 9, 2007

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , , ,
add a comment

Nabi Muhammad pernah memperkirakan bahwa suatu saat nanti umat Islam layaknya hidangan makanan yang menarik begitu banyak mminat orang sehingga menjadi bahan rebutan. Pada saat itu jumlah umat Islam bukannya sedikit, melainkan sudah banyak. Namun jumlah yang banyak tidak menjadikan mereka sebagai kekuatan untuk bereksistensi. Malah adakalanya justru menjadi sasaran untuk ”dipermainkan” dan menjadi sasaran yang lezat untuk diperebutkan oleh golongan lain, yang mungkin lebih sedikit jumlahnya.

Iman adalah permata termahal

Sinyalemen itu akan terbukti manakala umat Islam hanya laksana buih di lautan. Begitu banyak jumlahnya namun hanya terombang-ambing oleh kemana arah arus berjalan. Tidak ada pegangan untuk menentukan arah sendiri. Karena aqidah yang kuat telah tercerabut dari mayoritas umat.

Padahal kita tahu bahwa sesuatu yang termahal, paling mahal, pada kehidupan seorang muslim adalah Iman dengan aqidah yang kuat. Karena iman adalah syarat mutlak keselamatan seorang muslim di dunia dan akherat.

Berapa banyak tersebar di Al Qur’an yang mensinyalir makna tersebut. Betapa Allah telah menjanjikan keselamatan dunia akherat bila iman menjadi panglima seorang muslim. Betapa pertolongan Allah akan senantiasa hadir bila iman terpatri erat di dada setiap muslim. Betapa akan sangat rugi orang yang mengabaikan iman, yang mencampakkan iman dari qalbunya. Karena hanya dengan imanlah dapat tersambung hubungan yang indah antara khaliq dengan makhluk.

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

(more…)

Hilangkah ruh Islam ? Nopember 6, 2007

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: ,
6 comments

Pernahkan Anda melihat lukisan singa yang tengah memperlihatkan taringnya yang tajam
dengan mata yang bersinar buas serta kuku tajam siap merobek mangsa ?
bagus bukan ?
tetapi apakah menakutkan, atau Anda takut diterkamnya ?
tidak ada auman yang menggetarkan
yang akan membuat kijang, kuda dan binatang lainnya segera menyingkir
bersembunyi menyelamatkan diri
dia hanya sekedar lukisan
benda mati yang hanya layak jadi tontonan
sebuah benda mati karena tidak ada ruh disana

Pernahkan Anda menyentuh harimau yang telah diawetkan
di ruang tamu sebuah rumah megah
takut di terkamkah Anda ?
pasti Anda hanya mengagumi keperkasaan tubuh harimau tadi
dengan taring yang kuat, anatomi kaki yang kokoh
karena tidak ada auman disana
yang ada hanya sekedar tubuh, jasad mati harimau
benda mati yang hanya layak jadi tontonan
hanya seonggok daging bekas harimau
sebuah benda mati
karena tidak ada ruh disana

Namun andaikata suatu saat Anda berada dalam suatu petualangan
di sungai hutan belantara yang masih perawan
dan tiba-tiba muncul disisi perahu seekor buaya besar membuka lebar-lebar mulut panjangnya

(more…)

Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah Nopember 5, 2007

Posted by prabu in Aqidah.
Tags: , , ,
add a comment

Dasar keyakinan seorang muslim adalah syahadah. Oleh karenanya syahadah ditempatkan pada urutan pertama rukun Islam yang lima. Dengan syahadah kesaksian akan Allah sebagai Tuhan yang menciptakan alam, menjadi dasar pijakan dalam setiap langkah seorang muslim dalam mengarungi kehidupannya di dunia. Dilanjutkan dengan kesaksian dan keyakinan akan Nabi Muhammad selaku rasul utusan Allah yang membawa umat manusia ke jalan yang benar sesuai dengan petunjuk Allah. Kesaksian kepada Allah dan rasulnya Muhammad, merupakan kesatuan yang tak terpisahkan.

Aqidah merupakan dasar bagi kita dalam menentukan hasil setiap gerak dan langkah. Sesuai dengan keyakinan syahadah, maka amal seorang muslim dikatakan benar dan akan memperoleh manfaat bila didasari akan aqidah yang benar (ikhlash) serta harus sesuai dengan syariat dari rasulullah. Kedua syarat tersebut harus terpenuhi secara lengkap, tidak boleh hanya salah satu.

Oleh karenanya dalam mempelajari ilmu tauhid, tauhid rububiyah harus selalu diiringi dengan tauhid uluhiyah.

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah artinya mengesakan Allah SWT dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah SWT. Melalui kesadaran tauhid ini maka seorang muslim harus meyakini bahwa Allah SWT tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, Maka Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah )? (QS Al Zukhruf : 87)

(more…)