jump to navigation

Aduuuuuh …………. “bangganya” jadi manusia Indonesia !!!! Maret 11, 2008

Posted by prabu in Fakta.
Tags: , , ,
add a comment

Belakangan ini Indonesia begitu terpuruk. Lihat betapa bencana terjadi dimana-mana. Ya banjir, kebakaran, gempa bumi, tanah longsor dan kelaparan.

Belum lagi, sifat dan watak banyak manusia Indonesia bak binatang tega memangsa kawanannya sendiri. Budaya suap sudah menyebar merata dimana-mana, korupsi sudah menjadi tradisi bahkan uang bantuan untuk yang tertimpa bencanapun dengan teganya disunat. Pemimpin pemerintahan, anggota dewan wakil rakyat, penegak hukum jaksa hakim pengacara, bersatu padu dalam melestarikan budaya korupsi.

Tidak ada kebanggaan lagi menjadi manusia Indonesia. Di bidang prestasi olah ragapun, badminton yang sering mendominasi sekarang-sekarang ini melempem. Sepak bola sebagai olah raga rakyat, nggak lagi pernah juara. Justru juaranya setiap pertandingan selalu dihiasi dengan olah raga lain yaitu tinju baik antar pemain, pelatih maupun penonton.

Namun Ketua Umum PSSI masih berjiwa patriot. Ibarat lagu wajib “Maju Tak Gentar” maka beliau tetap keukeuh mempertahankan kedudukannya meskipun sudah tidak diakui lagi oleh FIFA karena menjadi terhukum dari kasus korupsi. Semangatnya masih tetap “Teguh kukuh berlapis baja” untuk mempertahankan jabatannya. Dengan prinsip hanya untuk “Padamu Negri” maka dia ber-“Syukur” bahwa sampai dengan saat ini masih banyak teman seperjuangannya yang mendukung untuk kelanggengan “Satu Nusa Satu Bangsa” guna mempertahankan “Indonesia Raya”.

Kemungkinan nantinya Indonesi mendapat sangsi dari FIFA, beliau kesampingkan. Well … itu urusan nanti …. Bisa dipikirkan nanti …. (maksudnya oleh orang lain penggantinya…)

Indonesiapun untuk urusan prestasi olah raga bukan lagi yang terbesar bahkan di kawasan Asia Tenggara. Negara paling besar dengan penduduk terbesar …. Nothing.

Tapi barusan baca di koran Sindo halaman pertama ada satu “prestasi” yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Judul beritanya “Ekonomi Indonesia terkorup di Asia”. Kalau yang namanya ter .. pasti artinya paling. Maka kita adalah paling korup …. He he he … Suatu prestasi bukan ?

(more…)

KISS atawa Bertindak Sederhana Juni 25, 2007

Posted by prabu in Fakta.
add a comment

Kasus 1

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong. Dengan segerapimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

(more…)

Rahib Kebal Maret 14, 2007

Posted by prabu in Fakta.
add a comment

RAHIB KEBAL

Saat ‘rahib gendeng’ Rasputin dibunuh di Petrograd (sekarang bernama St. Petersburg), di tahun 1916, pembunuhnya pertama meracuninya dengan kue dan anggur yang dibubuhi sianida yang cukup untuk membunuh beberapa orang.  Rasputin memakan dan meminum keduanya, namun tidak mengalami apa-apa.

Kemudian pimpinan komplotan pembunuh, Pangeran Felix Yussupov menembak Rasputin di dadanya, dan menghantam kepalanya dengan tongkat berujung logam.  Namun Rasputin masih tetap hidup.

Akhirnya, para pembantu Yussupov menangkap Rasputin dan mengikatnya dengan batu, lalu melemparkannya ke sungai Neva.

Pada otopsi setelah mayat Rasputin ditemukan, ditemukan bahwa Rasputin tewas bukan karena racun, peluru, ataupun hantaman benda keras, melainkan karena tenggelam.

NAMA PASARAN

Walaupun terdapat 200.000 nama keluarga di Swedia, 40 persen dari seluruh penduduk Swedia cuma menggunakan 20 nama dari seluruh nama keluarga yang ada, dan uniknya semuanya berakhiran dengan ’son’.  Nama keluarga Johansson adalah yang paling populer dari seluruh nama keluarga di Swedia. Hal ini sangat menyulitkan bagi pemerintah Swedia, sehingga muncul himbauan agar nama keluarga yang terlalu ‘umum’ diganti saja dengan nama lain.

PELUKIS DADAKAN

Charles Willson Peale adalah pelukis terkenal di masa Revolusi Amerika.  Namun, ia tidak pernah melihat barang satu lukisan pun hingga ia dewasa. Profesi awalnya adalah pembuat sadel.

Suatu hari saat belanja membeli bahan pembuat sadel, ia melihat sebuah lukisan di toko untuk pertama kali dalam hidupnya. Sesudah melihat lukisan itu, ia yakin dapat melukis dengan lebih baik. Segera ia beralih profesi menjadi pelukis, dan menghasilkan banyak uang.

Charles percaya setiap orang pasti dapat melukis, dan ia mengajarkan cara melukis kepada saudara-saudaranya.  Dua anak laki-lakinya (ia mempunyai 17 orang anak) meneruskan karir menjadi pelukis. Oleh Charles, mereka diberi nama Raphaelle, dan Rembrandt…

SEPUTAR HIROSHIMA-NAGASAKI

Banyak yang telah mengetahui bahwa pembom B-29 yang menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima, 6 Agustus 1945 bernama Enola Gay. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa Enola Gay tidak sendiri dalam misi itu.  Ada dua pesawat B-29 lainnya yang menyertai Enola Gay.  Kedua pesawat itu bernama Great Artiste dan No. 91 yang bertugas menjadi pemotret misi.  Potret dari kedua pesawat itulah yang sekarang kita kenal sebagai potret ledakan bom atom di Hiroshima.

Mayor Charles Sweeney, yang menjadi pilot Great Artiste, adalah juga yang menjadi pilot pembom B-29 bernama Bock’s Car.  Dari pesawat itulah tiga hari kemudian bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki.  Pesawat-pesawat tadi tergabung dalam 393rd Heavy Bombardment Squadron (Skuadron Pembom berat ke 393) dilatih khusus dibawah pimpinan Letkol Tibbets di daerah latihan Wendover, Utah.

Kode rahasia untuk misi ini adalah Silverplate.

Fakta Menarik Maret 14, 2007

Posted by prabu in Fakta.
add a comment

Ada banyak fakta menarik sekitar kita.
Namun, seringkali terabaikan, karena ketidaktahuan dan keacuhan kita.
Simak beberapa di antaranya:

Seekor kecoa bisa bertahan hidup 9 hari tanpa kepala. Akhirnya, kecoa yang terpenggal kepalanya akan mati karena kelaparan.

Thomas Farnham, seorang pengelana, pernah menulis bahwa saat dia mendekati wilayah Santa Fe pada tahun 1839, dia menyaksikan kerumunan bison yang melewati wilayah seluas 1.350 mil dalam waktu 3 hari 3 malam. Diperkirakan, jumlah bison dalam kerumunan tersebut sebanyak 1 juta ekor. Satu abad kemudian, bison hampir punah dari Amerika.

Mengapa kelelawar hanya bisa “melihat” saat gelap? Sebab, kelelawar hanya bisa menangkap sinar infra merah saja. Sehingga, saat terang benderang bagi manusia, hanya terlihat hitam bagi kelelawar.

Majalah Times, pernah menobatkan komputer sebagai Man of The Year (Tokoh Tahun Ini) pada 1982.

DR. Wahidin Sudirohusodo pernah berujar,” Jika kita meludah bersama-sama, maka Belanda di negeri kita akan tenggelam.”

Lebah bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan ladang tambang. Bahkan ladang ranjau juga.

Untuk menerbitkan edisi Minggu koran The New York Times, dibutuhkan 63.000 pohon. Sebab, koran beroplah 1 juta eksemplar ini tiap edisi Minggu sangat tebal, bahkan beratnya mencapai hampir 1 kilogram.

Pembayaran menggunakan cek pertama kali adalah 352 tahun sebelum Masehi di Romawi. Kemudian di Belanda tercatat cek pertama kali pada tahun 1500-an dan di Inggris pada tahuan 1700-an.
Kata cek berasal dari nomer seri yang ada di bagian kanan atas lembaran cek sebagai tanda periksa keabsahan (check).

Cek di Inggris beredar dengan dibawa para kurir dari masing-masing bank. Untuk menghemat waktu, para kurir dari beragam bank sering kali berkumpul untuk ngopi atau minum bareng. Sekalian bertukar cek dan tip pengantaran cek. Dari tempat ngopi inilah berawal adanya istilah kliring atau clearinghouses.

Ada 2700 bahasa dan 7000 dialek di dunia. Di Afrika sana, terdapat 1000 bahasa lebih.

Somalia adalah satu-satunya negeri di Afrika yang menggunakan satu bahasa untuk satu negera, yaknia Bahasa Somali.

Bahasa tersulit di dunia adalah Bahasa Basque, karena tidak memiliki keterkaitan silsilah bahasa dengan bahasa manapun di dunia.

Bahasa di Afrika seringkali didasarkan pada bunyi sebuah benda/mahluk. Karena itu, pembelajaran bahasa di Afrika mengharuskan anak-anak mendengar alam sejak kecil.

Di semua benua, kecuali di Antartika, selalu ditemukan adanya katak atau varian spesiesnya.

Mithradates (131 - 63 SM), penguasa Pontus, negeri lawan Roma, sangat takut dengan racun. Sebab, dia yakin akan dibunuh oleh lawannya menggunakan racun. Karena itu, dia melatih dirinya sendiri dengan meminum racun dengan dosis sedikit. Makin lama makin banyak dosisnya hingga dia kebal terhadap racun. Dalam sebuah pertempuran Mithradates terpojok, dan daripada menanggung malu karena kalah, dia meminum racun. Tentu saja, usahanya gagal. Akhirnya dia memerintahkan pengawalnya untuk membunuh dirinya dengan pedang.

Samudera Pasifik, dikenal pula dengan nama Lautan Teduh. Kenytaan ini sebenarnya keliru. Nama ini berasal dari nama Mar Pacifico (Lautan Teduh) yang diberikan oleh Magellan, karena saat melintasi Samudera Pasifik, Magellan tidak menemui satu badai pun juga. Magellan memang beruntung, sebab Samudera Pasifik sebenarnya adalah lautan dengan badai terbanyak dan terganas dibandingkan lautan lainnya.

Andrew Carnegie, salah seorang terkaya di Amerika Serikat, mengidap alergi secara psikologis pada uang. Dia merasa jijik melihat atau menyentuh uang. Karena itu dia selalu menghindari uang. Akibatnya, dia pernah diusir dari sebuah trem di London karena tidak membawa uang untuk membayar karcis.

Dalam Perang Saudara di Amerika, ada seorang Jenderal bernama Joseph Hooker. Jenderal Hooker seringkali membawa banyak wanita penghibur untuk menemaninya di New Orleans. Para prajurit menjuluki wanita-wanita ini Hooker’s Division. Dari sinilah muncul istilah hooker, yang dalam Bahasa Inggris-Amerika, berarti pelacur.

John Grisham, penulis novel-novel best seller berbau hukum, mengawali menulis di sebuah notes kecil yang dibawa ke mana saja dia pergi. Setiap hari, dia mewajibkan dirinya menulis satu atau dua halaman novelnya. Hingga akhirnya pekerjaannya sebagai pengacara pun ditinggalkan. “Dalam kondisi sakit, bepergian, bahkan hingga kekurangan waktu tidur selalu saya sempatkan untuk menulis,” kata Grisham. Kini, sebagai seorang penulis, dia tidak akan lupa, bahwa noverl pertamanya ditolak penerbit hingga 25 kali,

Di tahun 1859, terjadi peperangan antara Perancis dan Sardinia melawan Austria. Perang yang sengit itu berlangsung di sebuah wilayah bernama Magenta. Setelah pertempuran usai, para ahli kimia di Perancis memberi nama Magenta untuk warna merah keungu-unguan yang menggambarkan warna darah mengering.

Jabat erat,

Wandi
http://wandi.airputih.or.id

Tukul Februari 7, 2007

Posted by prabu in Fakta.
1 comment so far

Bicara acara “Empat Mata” pasti tidak lepas dari Tukul karena dialah tokoh sentralnya. Dengan kepolosan dan keluguan serta wajah “ndeso”nya (saya juga orang ndeso lho mas), Tukul menyeruak diantara wajah-wajah cakep dan indo yang berseliweran di layar kaca. Di rumah, stasiun teve favorit bukan RCTI lagi habis yang disiarin sinetron remaja melulu dari negara antah berantah … sungguh menjemukan. Yang paling sering ditonton paling-paling Trans TV sama Trans7. Kalau saya seringnya ya liat bola saja.

Kembali ke Tukul, saya melihat dianya sebagai pejuang sejati yang merangkak dari bawah dengan tertatih-tatih dan akhirnya menjadi orang yang cukup ngetop sekarang. Salut Mas Tukul.

Kompas, Selasa, 06 Februari 2007
“Empat Mata” Tukul Arwana

Susi Ivvaty

Penonton acara Empat Mata di Trans7 tentu hafal dengan kalimat “tak sobek-sobek mulutmu” atau “puas… puas… puas…” yang dilontarkan host Tukul Arwana. Sosok Tukul yang kocak, apa adanya, ikhlas dijelek-jelekkan, dan mau dibodoh-bodohkan itu membuat Empat Mata digandrungi pemirsanya.

Pada beberapa episode di awal, Empat Mata sempat kesulitan menarik pemirsa. Untuk mengajak penonton ke studio saja, Tukul pun turun tangan, mendatangkan pasukan teman sendiri. Waktu itu materinya masih terkesan jorok melulu.

Tim kreatif Trans7 kemudian mengemas ulang dan tanggapan makin baik. Dari hanya 13 episode, kontrak Tukul diperpanjang menjadi 26, ditambah lagi 26, lalu 39, dan akhirnya 260 episode. Dari semula ditayangkan sepekan sekali, kini Empat Mata stripping Senin-Jumat dengan audience share rata-rata 16,5 persen atau ditonton oleh 16,5 penonton televisi pada jam tayang yang sama.

Tukul membawakan lawakan tentang hal-hal yang umum, cenderung slapstik, lawakan sehari-harilah. Beberapa hal sengaja diulang sekadar untuk mencipta trademark. Enggak takut penonton bosan? “Ya, makanya saya juga terus belajar. Kalau ngobrol sama teman, ada yang lucu, saya ambil. Saya juga banyak membaca koran, joke-joke, juga buku-buku psikologi. Jadi, kalau ngelawak, tinggal nge-print saja,” katanya.

Bagaimana rasanya dibodoh-bodohkan dan dijelek-jelekkan? “Biasa saja, itu lebih baik daripada membodoh-bodohkan orang. Lebih baik menertawakan diri sendiri daripada menertawakan orang,” jawabnya.

Dunia lawak

Dilahirkan di Purwosari, Semarang, Jawa Tengah, 16 Oktober 1963, Tukul yang bernama asli Riyanto ini dikenal tetangganya suka melucu sejak kecil. Namun, dunia lawak Tukul sejatinya dimulai sejak membentuk kelompok lawak Purbaria (Purwosari-Perbalan) sewaktu sekolah di SMA Ibu Kartini Semarang.

“Saya juara terus kalau ikut lomba lawak, tapi gak pernah beken,” kata anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Selepas SMA tahun 1983, Tukul bekerja serabutan, termasuk menjadi sopir mobil omprengan. “Bapak saya penjahit, ibu di rumah saja. Masuk kuliah itu di luar pikiran saya,” ujarnya.

Pada satu ketika, teman sekolahnya yang tinggal di Jakarta, Joko Dewo, mengirim surat, yang ternyata berisi uang Rp 30.000. “Katanya uang itu buat ongkos saya ke Jakarta,” tutur ayah dari Novita Eka Afriana (7) ini. Pesimistis, namun akhirnya Tukul nekat juga pergi ke Jakarta pada tahun 1984.

Tukul masih ingat rute yang ia lalui. Naik kereta ekonomi sampai Stasiun Senen, lalu naik bus PPD nomor 10, pindah ke nomor yang lain, ganti mikrolet, naik bajaj, hingga sampai ke rumah Joko di satu daerah di Jakarta Selatan.

Melawak bersama Joko—masih dengan grup Purbaria—belum mengubah hidupnya. Padahal, Purbaria berkali-kali menjuarai lomba lawak. Sebut saja lomba lawak mini kata, lomba lawak se-DKI Jakarta, lalu se-Jabotabek. “Wis, pokoknya menang terus, tapi ya tetep enggak ngetop-ngetop. Tetep saja makan pagi jam 11 siang dan makan siang jam 11 malam,” papar Tukul.

Tukul kemudian banting setir, menjadi sopir pribadi, juga bekerja dengan seorang pembuat sumur pompa. “Saya bagian pegang pipa. Kerja di video syuting, saya juga bagian pegang kabel, ha-ha-ha,” tuturnya.

Sampai pada suatu ketika, Tukul berkenalan dengan Harry de Fretes yang mengajaknya manggung di televisi. “Waktu itu, main sinetron dapat peran kecil saja syutingnya sampai 19 take untuk satu adegan,” katanya.

Tahun 1995, Tukul diterima bekerja menjadi penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan), dan dilakoninya hingga tahun 2000. Selama rentang waktu itu, suami Susiana ini berkali-kali menjadi model video klip penyanyi cilik Joshua, antara lain untuk lagu Diobok-obok, Tul Jaenak, Bangun Tidur, Walang Kekek, dan lainnya. Tukul juga kerap menjadi bintang tamu di acara lawak Srimulat.

Dari Srimulat, Tukul menyerap banyak hal, terutama pada Tarzan. “Makanya, lawak saya ini kombinasi antara lawak daerah, lawak radio SK, dan Srimulat. Lawak saya muncul dari obrolan sehari-hari,” tuturnya.

Hidup yang mengalir

Bagi Tukul, lawak adalah sesuatu yang mengalir, sama seperti ia menjalani hidup. “Mengalir ini maksudnya tetap ada proses belajar,” katanya. Ia lalu bercerita, dulu pernah hidup dengan banyak sifat buruk: sensitif, mudah tersinggung, suka membesar-besarkan masalah, dan sulit membuat keputusan.

“Saya sempat putus asa, pada tahun 1994 ingin kembali ke Semarang. Waktu itu Bagito sedang ngetop. Bagito, kan, humornya segar, cerdas, sementara lawakan saya ini slapstik, konyol, olok-olokan saja,” tuturnya.

Namun, ia masih mencoba bersabar. “Lawak itu persoalan mental. Saya lalu banyak membaca buku. Saya balikkan semua sifat buruk saya, mencoba bijaksana, lapang dada, dan berjiwa besar dalam hidup. Makanya, saya nyantai aja kalau diolok- olok,” katanya.

Melawak adalah pekerjaan sulit, dan oleh karenanya harus dipelajari secara mendalam. Bagaimana menghibur orang yang sedang suntuk agar senang kembali. Baginya, menikmati hidup adalah berkarya, bermanfaat bagi keluarga, orang lain, dan negara. Ia menyebut hal itu sebagai satu ibadah yang tepat sasaran.

Jika saat ini dianggap orang sedang berada di puncak, Tukul yakin ada masanya untuk turun. Maka itu, ia tengah mempersiapkan satu program lawak dan melibatkan pelawak-pelawak yang belum berhasil. Namanya bisa Bakul, Banyolan Bareng Tukul, atau Cangkul, Canda Bareng Tukul.

“Sekarang ini pelawak banyak yang lucu dan cerdas. Di antara mereka masih banyak yang belum terangkat, yang bisa diajak bergabung. Mari belajar ngelawak bersama, jangan pernah berhenti belajar dan bersyukur,” tutur Tukul yang sejak tahun 1983 sampai kini selalu membaca syahadat dan salawat nabi setiap saat ini.

Lalu, terhadap pencapaian ini, apakah merasa sudah puas? “Hidup ini jangan pernah puas”. Soal materi? “Alhamdulillah. Puas-puas-puas!”

Empat Mata Januari 31, 2007

Posted by prabu in Fakta.
4 comments

Memang acara yang lagi ngetop di TV sekarang adalah acaranya si Tukul, “Empat Mata”. Saya sempat melihatnya beberapa kali dan akhirnya tidak saya tuntaskan. Awalnya memang saya ikut tergelak bersama kelucuan dan keluguan Tukul, tapi lama-lama bosen juga. Jangan marah ya mas Tukul …

Berikut sebuah esai dari Aulia Muhammad di suaramerdeka.com mungkin dapat dijadikan sebagai referensi untuk Tukul agar lebih berkembang dan dapat bertahan. Saya kira ulasan Pak Aulia sangat baik dan bermanfaat bagi para penggemar “Empat Mata” dan khususnya bagi mas Tukul dan produsernya.

Esai Aulia A Muhammad

Sebelah Mata untuk “Empat Mata”

Kelemahan utama acara “Empat Mata” justru terletak pada hasrat Tukul yang ingin selalu jadi pemain utama. Januari ini barangkali dapat dijadikan sebagai bulan Tukul Arwana. Nyaris semua tabloid memasang foto dan mengulas dirinya. Biogafi pendeknya tercetak di mana-mana, wajah cengengesannya tayang di berbagai infotainmen. Sebabnya satu, keberhasilannya mengampu talk show “Empat Mata”. Keberhasilan yang dinilai fenomenal karena semula kehadirannya justru dipandang sebelah mata. Dan ketika rating “Empat Mata” melejit, iklan antre, “pesona” Thukul pun menjadi topik hangat. Pujian bertaburan. Kesederhanaan dan keluguannya selalu menjadi anggukan.

“Empat Mata” yang semula sekali tayang, jadi tiga kali seminggu, lalu lima kali sepekan. Tawa, canda, idiom khas Tukul pun jadi santapan rutin. “Silent please…”, “Kembali ke lap…top”, atau “Puas?! Puas?!” menjadi populer dan selalu menerbitkan tawa. Psikolog sosial Sartono Mukadis menyebut Tukul sebagai pelawak jenius, karena dapat berpikir secara cepat (quick thinking). Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng memuji acara yang dibawakan Tukul sebagai lawakan yang menghibur, segar, santai, serta cerdas. Tukul pun, dalam keluguan dan kesederhanaannya, menjadi sempurna. Dan, lihatlah, semua berlomba melahirkan puji-puja. Tukul menjadi “anak manja” media.

Rutinitas Kembar

“Empat Mata” memang populer karena Tukul. Sosok Tukul-lah yang dijual dan menjadi magnit acara itu. Gestur, umpatan, salah ucap, semua jadi terasa memesona, dan menjual. Dan memang begitulah pada mulanya. Seluruh “tipikalitas” Tukul itu memang membuat perut berguncang. Tapi, ketika “Empat Mata” tayang nyaris setiap malam, kelucuan rutin itu menjadi terasa “menyedihkan”. Sebabnya satu, Tukul terpancang pada idiomatikal itu-itu saja. Yang lahir kemudian hanya semacam perulangan dari adegan di malam-malam sebelumnya. Nyaris tak ada kreasi, bahkan ketika yang hadir adalah tamu dengan karakter yang sangat berbeda. Tukul tak mampu bermetamorfosa. Semesta gelak yang kemudian lahir tak lebih tawa yang kering, tawa dari kelucuan yang sudah menjadi semacam hapalan. Apalagi, tipikalitas itu tak hanya tampil di “Empat Mata” Trans|7. Di “Catatan Harian Si Tukul” di RCTI tiap Selasa dan Rabu pagi pun, gestur dan pola-ucap Tukul tak berbeda. Tukul adalah sama di setiap acara yang berbeda.

“Orang suka kalau melihat saya tampil bodoh,” ucap Tukul. Benar. Tapi penonton tentu tidak menginginkan “kebodohan” yang rutin, akting yang tanpa variasi. Tukul abai dalam hal ini. Maka, “swahina”, hinaan pada diri sendiri pun, selalu ajek, sama, itu ke itu saja, dari memonyongkan bibir, gaya pragawan, dan lainnya. Rutinitas kembar ini bahkan sampai pada ucapan pengantar jeda “Empat Mata”, “Oke pemirsa, jangan ke mana-mana, saya akan mengupas lebih dalam lagi setelah…” Tak ada yang beda, baik intonasi dan diksi. Sama. Hapalan.

Rutinitas itu jugalah yang akhirnya membuat magic word “Kembali ke Lap… top” atau “Silent Please” kehilangan daya provokasinya. Bayangkanlah, jika dalan satu jam, penonton harus mendengar “Kembali ke Lap… top” sampai berpuluh kali, bahkan terkadang, seperti tanpa jeda. Eneg!

Pusat Magma

“Empat Mata” memang talk show yang berbeda. Jangan bandingkan dengan acara sejenis seperti “Lepas Malam” dan “Dorce Show” di Trans TV atau “OM Farhan” di Anteve. Kupasan atas sebuah masalah dan atau pada sosok bintang tamu tak lebih dari basa-basi, artifisial, dan acap hanya sarana untuk melahirkan “improvisasi” kelucuan dari Tukul. Bintang tamu adalah “gantungan” atau “picu” agar kelucuan Tukul lahir. Karena itu, untuk mengadopsi “percikan” kelucuan itu, bintang tamu harus siap dikorbankan. Mereka hanya tamu, hanya selingan, Tukul-lah yang menjadi pusatnya. Tukul tampaknya menyadari hal itu. Sebagai pusat, dia harus tampil lebih utama, menjadi fokus kamera.

“Empat Mata” Senin (29/1) secara jelas menunjukkan hal itu. Kehadiran Maia Ahmad, Sarah Sechan, Koming, dan Omas, memang pelengkap. Karena itu, seluruh pertanyaan untuk mereka bukan hal utama. Lihat ketika Tukul bertanya kepada Maia, “Siapa yang kira-kira akan menggantikan Mulan?” Ini pertanyaan yang bagus, dan jawaban Maia tentu ditunggu pemirsa. Maia terdiam sesaat, dan Tukul segera menyela, “Barangkali saya bisa, atau Omas? Kami siap kok diaudisi…” Dan, bergayalah Tukul, dia ajak Omas untuk bernyanyi, melempar joke –yang garing banget– menyita waktu yang cukup lama, membiarkan Maia dan lainnya hanya sebagai pengamat. Cukup. Tukul kembali ke tempat duduknya, dan berkata, “Kembali ke Lap…top”. Habis. Dia tak pernah menuntaskan pertanyaannya. Dan itu sudah menjadi “penyakit” acara ini.

“Maia, bagaimana melampiaskan segala masalah yang menimpamu selama ini?” tanyanya. “Dilampiaskan ke Mas Tukul, boleh?” Tukul pun jejingkrakan, berdiri, dan bersolilukoi kepada penonton. Dia kembali ke tempat duduknya, dan “Kembali ke Laptop…”. Tak ada pertanyaan yang dia kejar. Hal semacam itulah yang membuat Andi Mallarangeng, ketika menjadi bintang tamu, hanya tersenyum kecut. Kehadirannya jadi “bemper” semata. Wajahnya menunjukkan betapa dia tersiksa.

“Setiap pertanyaan saya memang tidak perlu jawaban yang benar. Yang penting lucu saja,” kata Tukul. Masalahnya, tidak semua narasumber bisa melucu suka dijadikan bahan lawakan, apalagi menyangkut SARA (seputar arah rai dan anatomi). Juga untuk hal yang serius, tak semua penonton juga ingin mendengar jawaban yang asal bunyi.

“Kembali ke Laptop” memang membuat banyak hal menjadi aneh dan tidak wajar. Sering, Tukul bertanya satu hal ke bintang tamu. Jawaban ternyata melebar, mencakup berbagai hal. Dan ketika Tukul kembali ke laptop dan bertanya lagi, pertanyaan itu ternyata sudah dijawab dalam pelebaran persoalan yang diungkapkan narasumber sebelumnya. Tukul acap terlongo, dan menyelamatkan situasi itu dengan … “kembali ke lap…top” Dari situ tampak, Tukul tak pernah berani mengembangkan pertanyaan lebih dari yang “ditawarkan” laptop. Atau mungkin sebaliknya, Tukul memang tak diizinkan untuk melakukan pengembangan. Menyedihkan.

“Aku Melucu maka Empat Mata Ada”. Itu barangkali yang disadari Tukul. Dia adalah pusatnya, sang magma. Tukul mungkin lupa, setiap orang tidak akan pernah puas jika hanya mendapatkan hal yang sama. Kerutinan pasti melahirkan kebosanan. Pemirsa tak pernah bisa setia. Dan jika kemasan “Empat Mata” tidak berubah, Tukul masih selalu memakai idiom yang nyaris jadi hapalan, kepopulerannya tinggal menghitung masa. Karena tanpa disadari, Tukul mengubah kekuatannya menjadi titik terlemahnya: selalu tampil apa adanya, bermodal kelucuan yang itu-itu saja.

DPR dan Peradilan Lembaga Terkorup 2006 Desember 12, 2006

Posted by prabu in Fakta.
add a comment

Duh Korupsi ….

Duh DPR ……

Republika - Minggu, 10 Desember 2006

Hanya 8 persen yang menilai pemerintah sangat efektif memberantas korupsi.

JAKARTA– Transparency International Indonesia (TII) merilis Global Corruption Barometer (GCB) 2006, Sabtu (9/12). Dari GCB didapatkan, masyarakat menilai lembaga legislatif merupakan institusi paling korup sepanjang 2006, dengan skor 4,2 dalam skala 1 hingga 5. lembaga peradilan, polisi, dan partai politik, menduduki peringkat paling korup berikutnya dengan skor 4,2, 4,2, dan 4,1.

”GCB 2006 menunjukkan distrust atau tingkat ketidakpercayaan publik terhadap DPR, parpol, dan aparat penegak hukum. Ketika penegakan hukum adalah ujung tombak pemberantasan korupsi, ini mencemaskan,” ujar Ketua TII, Todung Mulya Lubis.

GCB adalah semacam indeks persepsi korupsi (IPK). Namun, ujar Todung, tak seperti halnya IPK yang menjaring persepsi dari kalangan bisnis atau dunia usaha, maka GCB menyerap penilaian publik terhadap penanganan korupsi di Indonesia. Yang diukur adalah kualiatas pelayanan institusi. GCB juga mencoba mengukur seberapa besar dana yang dibayarkan masyarakat untuk korupsi.

”Tak seperti IPK yang mensurvei 160-an negara, GCB baru dilakukan atas 62 negara, dengan 60 ribuan responden,” ujar Todung. Memasuki tahun keempat dipantaunya GCB, TII menyatakan kekhawatiran atas rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah dalam memberantas korupsi.

Data TII mencatat, tingkat optimisme terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia pada 2003 adalah 55 persen. Tahun berikutnya, 2004, tercatat 66 persen. Pada tahun ketiga, 2005, 81 persen. Paparan data ini, kata Todung, menunjukkan tingkat ekspektasi masyarakat sangat tinggi terhadap upaya pemberantasan hukum. ”Tapi, dari GCB kita peroleh angka memprihatinkan. Hanya 8 persen yang menilai pemerintah sangat efektif memberantas korupsi,” sebut Todung.

Data mengenai persepsi efektifitas pemberantasan korupsi, 21 persen responden mengakui upaya pemberantasan korupsi pemerintah telah efektif. Tetapi, 50 persen berpandangan sebaliknya, upaya yang dilakukan pemerintah tidak efektif. Selain itu, 9 persen berpendapat pemerintah tidak melakukan upaya apapun untuk memberantas korupsi. Bahkan, 9 persen responden menyatakan justru ada upaya dari pemerintah untuk menyuburkan korupsi. ”Total yang menyatakan tidak upaya pemerintah tidak efektif, menjadi 68 persen dari gabungan ketiganya,” ujar Todung.

Padahal, kata Todung, pemberantasan korupsi adalah kampanye pemilu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Isu kampanye pula yang dijadikan ‘bendera’ pemerintahan saat ini. ”Yang terjadi, masyarakat justru melihat adanya tebang pilih pemberantasan korupsi, adanya orang-orang ‘tak tersentuh’, dan perlindungan politik tertentu terhadap orang tertentu,” kecamnya.

Pengamat hukum, Denny Indrayana, membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan ungkapan atas ‘naiknya’ posisi lembaga peradilan sebagai lembaga terkorup. ”Apa ya, maha menyedihkan, maha memprihatinkan,” ujar Denny pada akhirnya, Sabtu (9/12). Menurut Denny, pada 2004, peradilan adalah lembaga terkorup pertama. Pada 2005, peringkatnya ‘melorot’.

(ann )

Korupsi 109% ? Desember 11, 2006

Posted by prabu in Fakta.
add a comment

Dari perhitungan konversi huruf2 silahkan disimak

Bagi yg pernah baca dan belajar 7 habit :
Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:
- A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M
1 - 2- 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9- 10- 11- 12 -13

- N - O - P - Q - R — S - T- U - V - W - X - Y - Z
14 -15- 16- 17- 18 -19 -20- 21- 22- 23 -24 -25- 26

Hitung bareng-bareng:
- Kalau kita bekerja dengan modal tersebut dibawah, maka hasilnya adalah…

- H - A - R - D - W - O - R - K ( kerjakeras )
8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

- K - N - O - W - L - E - D - G - E ( pengetahuan )
11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only

- L - O - B - B - Y - I - N - G ( pendekatan )
12 15 2 2 25 9 14 7 = 86%Only

- L - U - C - K ( keberuntungan )
12 21 3 11 = 47% Only

Ternyata … semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa mengalahkan yang satu ini:

- A - T - T - I - T - U - D - E ( sikap/tingkah laku )
1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%

tapi ini rumus yang berlaku di NEGARA MAJU he..he..
Di INDOXXXXX, “mungkin” itung-itungannya begini:

- G - I - G - I - H (HARDWORK)
7 9 7 9 8 = 40% Saja

- I - L - M - U (Knowledge)
9 12 13 21 = 55% Saja

- L - O - B - I (Lobbying)
12 15 2 9 = 38% Saja

- M - U - J - U - R (Luck)
13 21 10 21 18 = 83% Saja

- S - I - K - A - P (Attitude)
19 9 11 1 16 = 46% Saja

- K - O - R - U - P - S - I
11 15 18 21 16 19 9 = 109 %

Ternyata yg ditekuni orang-orang INDOXXXXX yaitu “KORUPSI” mempunyai kadar mencapai keberhasilan 109%. Lebih baik dr “ATTITUDE”-nya orang di NEGARA MAJU yg hanya 100%.

Tahukah anda Maret 1, 2006

Posted by prabu in Fakta.
add a comment

1. Cocacola dulu berwarna hijau

2. Dalam bahasa Inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama

3. Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah

4. Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!

5. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu baris tuts keyboard anda

6. Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki

7. Menahan nafas tidak akan membuatmu mati

8. Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri

9. Kalau ada orang bilang ‘bless you’ setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali kau bersin jantungmu
berhenti satu milisecond

10. Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit

11. Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s
sick” beberapa kali. Nanti anda akan mahir berbahasa Inggris!

12. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian

13. Setiap raja dalam kartu remi melambangkan
raja-raja besar jaman dahulu kala:
raja sekop - raja daud
raja kriting - alexander agung
raja hati - raja charlemagne
raja wajik - julius caesar

14. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987,654,321

15. Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang

16. Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang

17. Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit

18. Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat dan wiper mobil?
Jawabannya: Semua ditemukan oleh perempuan!
ha!

19. Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban : madu

20. Buaya nggak bisa melet lidah

21. Siput bisa tidur selama 3 tahun

22. Semua beruang kutub KIDAL!

23. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1

24. Indera perasa kupu-kupu ada di kaki

25. Gajah adalah satu-satunya hewan berkaki 4 yang tidak bisa lompat

26. Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja

27. Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian

28. Shakespeare menemukan kata: “assassination” dan “bump”

29. Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.

30. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama

31. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi

32. Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki

33. Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!

34. Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!

35. Pemantik ditemukan sebelum korek api

36. Setiap lipstik mengandung sisik ikan

37. Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang berbeda-beda

38. Dan akhirnya, 90% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba menjilat siku tangannya.

Sumber : http://www.suwidi.or.id/