Hade Euy ..! April 13, 2008
Posted by prabu in politik.Tags: bandung, jawa barat, dai aman hade, pilgub jabar, quick count, pks, pan, ahmad heryawan, dede yusuf
trackback
Selama ini saya jarang posting pada hari libur, Sabtu dan Minggu dan hari libur resmi. Tapi untuk HADE saya sisihkan waktu sebentar.
Dalam bahasa Sunda hade artinya besar, hebat, asyik, oke. Makanya ada celotehan-celotehan di masyarakat terhadap ketiga pasangan calon Gubernur Jabar seperti ini : “DAI mah atos biasa, atos seeur, matakna supados AMAN pilih bae anu HADE”. Aya deui permainan angka, satu ditambah dua pasti tiga.
Hasil perhitungan cepat, quick count, pasangan Hade Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf leading. Kompas, LSI menghitung sekitar 40 % untuk Hade. Meskipun 37 % pemilih di Jabar adalah golput alias tidak memilih, namun hasil tersebut mengukuhkan fenomena yang terjadi di masyarakat :
- Masyarakat tidak lagi “menerima” muka-muka lama yang dinilai gagal
- Masyarakat menginginkan pembaharuan dan perubahan
- Masyarakat berharap akan pembaharuan melalui muka-muka gress
- Dan masyarakat (terutama kaum ibu) pengin melihat sosok dan wajah yang enak untuk dilihat alias “hoyong ningali anu kasep”
Terus terang saya adalah salah satu dari masyarakat yang seperti itu, menginginkan perubahan dan pengin melihat muka baru disana. Disamping latar belakang sosok dan partai di belakang calon adalah penguat pilihan.
Dulu sewaktu pemilihan presiden, saya memilih Amin Rais karena saya melihat sosok seorang Amin dan karena dia orang adalah orang Muhammadiyah. Latar belakang saya di kampung dan sekolah saya dulu adalah Muhammadiyah sehingga yang saya perjuangkan adalah Muhammadiyah.
Untuk Hade, PKS dan PAN adalah pasangan yang menjanjikan. Kiprah PKS-pun selama ini cukup baik dan bersih dibanding dengan partai-partai lain sehingga masa depannya cukup cerah. Mudah-mudahan penilaian dan harapan saya tidak salah. Kalau melihat keteduhan wajah dan kalemnya sikap Ahmad Heryawan serta optimisme yang diusung Dede Yusuf, Jawa Barat benar-benar menuju jalan cerah. Tentu saja masih ada faktor-faktor lain yang mendukungnya, namun setidaknya langkah dapat diawali dengan memiliki pemimpin yang baik, terpuji dan siap menjadi teladan.
Memang masih hasil quick count tapi biasanya hasil akhir tidak jauh dari perhitungan cepat. Dan bila benar Hade kemudian memimpin Jabar, maka jalan terjal langsung menghadang. Sebagai propinsi terkorup di Indonesia, masalah ekonomi dan sosial yang parah, infrastuktur yang morat-marit, kepercayaan masyarakat yang menurun terhadap penguasa, PAN dan PKS di DPRD yang bukan mayoritas sehingga berpeluang untuk dihadang terus oleh partai-partai penguasa, dan seabrek masalah-masalah lain.
Namun tidak ada salahnya mengawalinya dengan mengucapkan selamat kepada HADE.
HADE euy … diluar perkiraan dan itulah people power.



saya kebetulan diminta jadi saksi hade. jujur meski sebelumnya saya sempatkan berdoa agar Allah meringankan tangan2 pemilih2 untuk mencoblos hade, saya masih terkotak dengan persepsi poling dan berita sekitar yang kurang berpihak pada hade. spanduk dan atribut kampanye yg saya lihat selama berangkat kerja tiap hari justru lebih di dominasi pasangan lain. Apalagi memang saya belum tahu betul kultur jabar karena baru pindahan dari jatim sehingga belum boleh coblos :(.
saya merasa berdosa. kenapa ? karena doa saya ternyata masih dilingkupi ‘kelemahan’. meski saya yakin betul ketika berdoa dengan menyisipkan nilai akidah bahwa jika Allah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin. sayapun lebih suka menambahi dengan doa agar diberikan takdir yang terbaik buat umat Islam.
Jadi dalam akal rasional saya masih berpikir, bahwa kemungkinan besar hade kalah dan itu sudah wajar :D.
Ya Allah, hari ini Kau tunjukkan kuasaMu… ini pelajaran akidah tersendiri buat saya.
yup betul, sebelumnya saya juga seperti itu. dalam rasional fikiran ah..HADE mah cuman jadi penggembira saja. Teman2 juga spt itu. Skeptis. Tapi ternayta kenyataannya lain. Justru HADE yang menang. wah bener2 kuasa Allah.
ass salam kenal,,, kemenangan HADE merupakan tonggak dari supremansi hukum dalam menindak para koruptor,, silahkan baca posting saya HADE menang, Danny masuk Bui silahkan klik Disini
Mudah-mudahan rakyat Jabar tidak kecewa.
Aku baru saja memposting mengenai perilaku kandidadat yang menang pilkada/pemilu; di mana prioritas utamanya adalah “kembali modal” dan balas budi ke yang modalin.
RM
http://ayomerdeka.wordpress.com/
Ih Jadi pengen ikutan !
Sebetulnya saya gak terlalu banyak ngikuti, karena ah perasaan jadi ibu2 teh asa rariweuh, banyak urusan, terutama ngurusin anak yang lagi kuliah di Bogor. Sementara saya tinggal di Bekasi tetapi lagi kerja di Serang. Konsentrasi full memantau anak dengan segala aktivitas dan perkembangannya dari jarak jauh dan diusahakan ketemu setiap minggu. Dan belakangan kutahu bahwa anakku mengikuti kegiatan sebuah partai politik. Ditambah lagi anakku baru tahun ini merasa jadi WNI yang punya hak pilih. Saya tidak melarang itu bahkan saya senang, karena saya pikir tidak ada salahnya, dan yang paling penting dia tetap hanif. Sejak menjelang pilkada walikota Bekasi dia sudah warning terus “Ibu kartu hak pilih sudah dapat belum, aku udah didaftarkan belum” dll pokonya rame. Begitu tokoh usungan partainya kalah, komentarnya bijaksana “tidak mudah untuk menerobos dengan cepat, perlu peningkatan terus serta kesabaran”. (dalam hati wah anakku udah gede juga nih!). Dan menjelang 13/04/08 anakku sibuk lagi, “jangan sampai hak pilih kita hangus ya bu, kita pergi ke kampungnya setelah nyoblos ya bu”. Wah semangat banget anakku, tantenya nikah di kampung, prioritas nyoblos dulu. Perjalan ke kampung terasa nikmat tanpa beban utang harus golput. Seneng melihat putriku yang serius serta tegang memantau perolehan suara sementara dengan sms-an komunitasnya, walau pulsaku kebobolan banyak. Ya Allah jadikan generasi muda Indonesia hanif, kuat , amanah, cerdas, jujur. Dan jadikan mereka pemimpin umat, bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia. Akankah HaDe mengawali harapan2 kita? Semoga ya Allah…..
Benar Bu Elsi kewajiban kita selaku orang tua mah (udah tua nih
) tinggal memantau dan membimbing anak muda terutama anak-anak kita supaya lurus jalannya.
Prinsip saya mah sebenarnya sederhana saja, seandainya katakanlah dari ke tiga calon tidak ada yang ideal karena tidak sreg di hati, pilihlah diantaranya yang terbaik. Jangan sampai karenanya kita jadi tidak memilih alias golput. Siapa tahu dengan satu suara kita telah berkontribusi terhadap kebaikan, atau sebaliknya karena satu suara kita hilang maka terpilih calon yang tidak sesuai
Dan anak Ibu yang begitu bersemangat berkiprah dalam satu partai, mudah-mudahan kelak menjadi generasi penerus bangsa yang meninggikan derajad bangsa dan agamanya aamiin
mudah-mudahan PKS tidak akan berkoalisi dengan Golkar dan gerombolan partai maling lainnya. Idealisme akan terkikis kalau bergabung dengan mereka.